Reporter: Aswin | Editor: Buniyamin
TENGGARONG - DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menyiapkan sejumlah alternatif pembiayaan untuk memastikan pembangunan Jembatan Sebulu dapat kembali dilanjutkan.
Sejumlah skema yang dipertimbangkan meliputi proyek multiyears, pinjaman daerah hingga dukungan anggaran dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim).
Ketua DPRD Kukar Ahmad Yani mengatakan telah menerima laporan bahwa pembangunan jembatan yang menghubungkan Dusun Sirbaya dengan Desa Sebulu Modern tersebut masih menemui berbagai hambatan.
Untuk itu, DPRD akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap progres proyek sekaligus mencari solusi atas kendala yang terjadi.
Menurutnya, evaluasi tidak hanya berfokus pada kebutuhan anggaran, tetapi juga mencermati pelaksanaan pekerjaan di lapangan, termasuk kemungkinan adanya persoalan dari pihak kontraktor.
“Kami memang mendapat informasi bahwa pembangunan tersebut masih mengalami sejumlah kendala. Mungkin nanti perlu dipertanyakan juga kenapa pembangunannya masih bermasalah, karena bisa saja pihak kontraktornya juga memiliki persoalan sehingga pekerjaan tidak berjalan dengan baik,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).
Ahmad Yani mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diterima DPRD, proyek Jembatan Sebulu masih memerlukan tambahan anggaran sekitar Rp400 miliar.
Dengan nilai yang cukup besar, diperlukan strategi pendanaan yang disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.
“Sebab itu kita harus merekayasa kemampuan keuangan daerah, apakah nanti menggunakan skema pinjaman, proyek multiyears atau skema lainnya. Sebab kalau tidak dilanjutkan, akan sangat disayangkan,” katanya.
Ia menilai penyelesaian jembatan harus menjadi prioritas karena proyek tersebut telah menghabiskan anggaran sekitar Rp300 miliar, namun hingga kini belum bisa dimanfaatkan masyarakat.
“Pembangunan tersebut sudah menggunakan anggaran sekitar Rp300 miliar, tetapi hingga kini belum bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Kalau proyek itu tidak dilanjutkan, tentu negara dan Pemkab Kukar akan mengalami kerugian karena anggaran yang sudah dikeluarkan tidak memberikan manfaat,” tegasnya.
DPRD, lanjut Ahmad Yani, akan membahas seluruh alternatif pembiayaan yang memungkinkan agar pembangunan tidak kembali terhenti.
Selain mengkaji skema multiyears dan pinjaman daerah, peluang memperoleh bantuan dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi juga akan menjadi pembahasan.
“kami menjadikan penyelesaian proyek ini sebagai prioritas. Apakah nantinya melalui skema multiyears, pinjaman daerah atau pun bantuan dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi, itu yang akan kita bahas. Tapi yang jelas pembangunan ini tidak boleh terhenti,” ucapnya.
Selain memastikan dukungan pembiayaan, DPRD juga berkomitmen mengawasi kelanjutan proyek agar pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Camat Sebulu, Edy Fahruddin mengatakan masyarakat masih menantikan rampungnya Jembatan Sebulu karena diyakini akan membuka akses baru sekaligus mendorong aktivitas ekonomi antara Dusun Sirbaya dan Desa Sebulu Modern.
Ia menyebut berdasarkan informasi yang diterimanya, pemerintah daerah telah mengalokasikan sekitar Rp80 miliar pada tahun ini untuk melanjutkan pembangunan.
“Cuma prosesnya saya belum tahu. Teknisnya ada di PU, mudah-mudahan untuk penyambungan besi jembatan itu segera direalisasikan,” katanya.
Edy memperkirakan progres pembangunan yang dimulai pada 2024 baru mencapai sekitar 50 persen karena bentang utama jembatan masih belum dikerjakan.
Secara keseluruhan, kebutuhan anggaran proyek diperkirakan mencapai sekitar Rp900 miliar.
Meski kondisi keuangan daerah masih terbatas, ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi agar pembangunan jembatan dapat segera dituntaskan, termasuk melalui dukungan pendanaan dari APBN.
“Harapan kami semua pemangku kepentingan bisa bersinergi melalui koordinasi dengan Kementerian PU atau dari pusat, ada bantuan APBN dan Bapak Bupati bisa mengomunikasikan terkait penyelesaian jembatan ini. Karena jembatan ini merupakan sarana untuk perekonomian baru yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat kita,” tutupnya.


