Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin
TANJUNG REDEB – Upaya meningkatkan nilai jual hasil tangkapan nelayan terus dilakukan Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Berau.
Salah satunya melalui inovasi produk ikan kaleng premium yang dikembangkan bersama SMK Negeri 3 Tanjung Batu.
Produk olahan ini menjadi langkah hilirisasi perikanan agar hasil laut Berau tidak hanya dijual dalam kondisi segar, tetapi juga memiliki daya saing lebih tinggi di pasar.
Kepala Diskan Berau, Abdul Majid menjelaskan, produk tersebut memiliki keunggulan karena mampu bertahan hingga tiga tahun tanpa bahan pengawet maupun penyimpanan di lemari pendingin.
Saat ini, sedikitnya tujuh varian rasa telah dikembangkan, mulai dari suwir tuna sambal hijau, tuna pedas, mercon balelo, pesisir, sate goreng kerang, ikan asap kare hingga bandeng mercon.
“Kami ingin hasil laut Berau memiliki nilai tambah yang lebih tinggi,” katanya.
Menurut Majid, daya tahan produk diperoleh dari proses pengalengan yang telah memenuhi standar keamanan pangan. Seluruh produk telah melalui uji F0 atau uji titik panas serta pengujian logam berat, sehingga aman dikonsumsi dan cukup disimpan pada suhu ruangan tanpa mengurangi kualitasnya.
“Produk ini aman dikonsumsi dan bisa bertahan hingga sekitar tiga tahun,” ujarnya.
Ia menilai inovasi tersebut menjadi solusi atas keterbatasan ikan segar yang harus segera dipasarkan setelah ditangkap.
Dengan teknologi pengalengan, hasil laut dapat disimpan lebih lama, sehingga mengurangi risiko kerugian akibat ikan yang tidak terjual sekaligus membuka peluang pemasaran ke berbagai daerah, termasuk jaringan ritel modern.
Melalui pengembangan industri pengolahan ini, Diskan berharap produk ikan kaleng premium dapat menjadi salah satu produk unggulan khas Berau.
Selain memperkenalkan kekayaan hasil laut daerah, inovasi tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan nelayan dan mendorong tumbuhnya industri perikanan yang lebih bernilai tambah di Kabupaten Berau. (Adv)



