Disdikbud Kutim Kenalkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat pada Siswa Baru

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur, Mulyono. (Foto: Konsorsium Media Politika)
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur, Mulyono. (Foto: Konsorsium Media Politika)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Disdikbud Kutim Kenalkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat pada Siswa Baru

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur, Mulyono. (Foto: Konsorsium Media Politika)
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur, Mulyono. (Foto: Konsorsium Media Politika)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Disdikbud Kutim Kenalkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat pada Siswa Baru

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur, Mulyono. (Foto: Konsorsium Media Politika)

Reporter: Siswandi | Editor: Buniyamin 

SANGATTA - Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026/2027 di Kutai Timur (Kutim) tak lagi sekadar memperkenalkan ruang kelas, tata tertib dan guru kepada peserta didik baru. 

Tahun ini, pemerintah mendorong sekolah menjadi ruang pembentukan karakter melalui penerapan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat yang diwajibkan selama MPLS berlangsung.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari implementasi Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026 yang mulai diterapkan di seluruh satuan pendidikan. 

Di Kutim, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memastikan seluruh sekolah mengikuti pedoman tersebut.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono mengatakan tujuh kebiasaan yang dikenalkan kepada peserta didik baru meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.

“Kegiatan utamanya adalah bagaimana mengenalkan anak-anak ini tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat,” kata Mulyono.

Menurutnya, MPLS tahun ini diarahkan untuk menanamkan pola hidup dan perilaku positif sejak awal anak memasuki lingkungan pendidikan. 

Langkah itu dinilai penting di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda, mulai dari ketergantungan gawai hingga menurunnya interaksi sosial.

Selain materi utama yang telah ditetapkan pemerintah pusat, sekolah diberikan ruang untuk menambahkan materi sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing.

“Materi tambahannya, pilihan sekolah menyesuaikan,” ujarnya.

Mulyono menjelaskan, MPLS juga menjadi momentum bagi peserta didik untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara menyeluruh.

Tak hanya mengenali fasilitas dan sarana pendidikan, tetapi juga memahami pola interaksi dengan guru, teman sebaya, hingga budaya yang berkembang di lingkungan sekolah.

“Bagaimana pengenalan lingkungan, baik itu lingkungan fisik sekolah maupun dengan lingkungan sekitar, termasuk dengan rekan-rekan, guru dan seluruh ekosistem yang ada di sekolah,” jelasnya.

Di sisi lain, pelaksanaan MPLS tahun ini berlangsung setelah proses penerimaan peserta didik baru di jenjang PAUD, SD dan SMP di Kutim dinyatakan berjalan tanpa kendala berarti.

Disdikbud mencatat tidak ada persoalan yang menonjol selama pelaksanaan penerimaan siswa baru.

“Alhamdulillah untuk jenjang PAUD, SD dan SMP tidak ada masalah, clear saja,” pungkasnya.

Dengan pendekatan berbasis pembentukan karakter, MPLS tahun ini menjadi penanda pergeseran orientasi pendidikan dari sekadar pengenalan lingkungan sekolah menuju upaya membangun kebiasaan positif yang diharapkan melekat dalam kehidupan peserta didik, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.