Reporter: Diansyah | Editor: Buniyamin
NUNUKAN - Pemerintah Indonesia melalui Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau terus mengupayakan terbukanya layanan kapal roll-on/roll-off (RoRo) yang menghubungkan Pelabuhan Tawau, Sabah, Malaysia dengan Pelabuhan Tunon Taka, Kabupaten Nunukan.
Kehadiran jalur penyeberangan tersebut dinilai akan menjadi solusi dalam meningkatkan konektivitas, memperlancar distribusi logistik, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan.
Kepala Konsul RI Tawau, Dino Nurwahyudin, mengatakan pembukaan rute RoRo menjadi salah satu agenda strategis dalam memperkuat konektivitas Indonesia dan Malaysia, khususnya di wilayah perbatasan yang memiliki mobilitas masyarakat dan arus perdagangan cukup tinggi.
Menurutnya, selama ini layanan penyeberangan antara Tawau dan Nunukan masih bergantung pada kapal penumpang sehingga kapasitas pengangkutan kendaraan maupun barang masih terbatas.
Melalui layanan RoRo, kendaraan dapat menyeberang secara langsung sehingga proses distribusi logistik menjadi lebih cepat, efisien, dan berbiaya lebih rendah.
"Rute RoRo Tawau–Nunukan memiliki potensi yang besar karena mampu mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar arus barang antara Indonesia dan Malaysia. Ini menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat konektivitas kawasan perbatasan," ujar Dino.
Dikatakan Dino, saat ini kedua negara juga mengidentifikasi sejumlah tahapan yang harus dipenuhi sebelum layanan dapat dioperasikan. Salah satunya adalah penyusunan proposal teknis yang akan menjadi dasar pembahasan lebih lanjut antara pemerintah Indonesia dan Malaysia.
Proposal tersebut akan memuat spesifikasi kapal RoRo yang akan dioperasikan, kesiapan fasilitas pelabuhan di Tawau maupun Nunukan, serta aspek teknis lainnya yang diperlukan untuk memastikan kelayakan layanan penyeberangan internasional tersebut.
Sebagai tindak lanjut, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Balikpapan akan menyiapkan dokumen teknis sesuai kebutuhan. Dokumen tersebut selanjutnya akan menjadi bahan pembahasan dalam forum Kerja Sama Sosial Ekonomi Malaysia–Indonesia (Sosek Malindo) sebagai salah satu jalur koordinasi resmi antara kedua negara.
Dino menegaskan KRI Tawau akan terus mengawal proses penjajakan hingga rencana pembukaan rute RoRo dapat direalisasikan.
Menurutnya, keberadaan jalur tersebut tidak hanya meningkatkan konektivitas transportasi, tetapi juga membuka peluang baru bagi pertumbuhan perdagangan, investasi, sektor pariwisata, serta memperkuat hubungan sosial ekonomi masyarakat yang tinggal di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.
Apabila seluruh persyaratan teknis dan regulasi dapat dipenuhi, rute RoRo Tawau–Nunukan diharapkan menjadi pintu masuk baru yang mampu mempercepat arus kendaraan, logistik, dan orang, sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Nunukan sebagai gerbang utama Indonesia di perbatasan utara Kalimantan.


