DLH Pastikan Serpihan Debu di Sekitar Kilang Aman, Pertamina Diminta Perketat SOP Operasional

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

DLH Pastikan Serpihan Debu di Sekitar Kilang Aman, Pertamina Diminta Perketat SOP Operasional

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

DLH Pastikan Serpihan Debu di Sekitar Kilang Aman, Pertamina Diminta Perketat SOP Operasional

Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin

BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memastikan serpihan debu yang sempat dikeluhkan warga di sekitar kawasan Kilang Pertamina tidak membahayakan kesehatan maupun lingkungan. 

Kepastian itu diperoleh setelah hasil uji laboratorium independen menunjukkan seluruh parameter kualitas udara masih berada di bawah ambang batas baku mutu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, Sudirman Djayaleksana mengatakan hasil pengujian laboratorium yang dilakukan Sucofindo telah diterima pada pekan lalu. 

Berdasarkan hasil tersebut, tidak ditemukan indikasi pencemaran yang melebihi standar lingkungan.

"Hasil uji laboratorium menunjukkan seluruh indikator yang diperiksa masih dalam kategori aman. Semua parameter baku mutu udara dalam kondisi normal," kata Dirman sapaannya, Sabtu (18/7/2026).

Ia menjelaskan, hasil pemeriksaan tersebut juga telah disampaikan kepada pemerintah kelurahan agar diteruskan kepada warga yang sebelumnya terdampak, sehingga masyarakat memperoleh informasi resmi terkait hasil pengujian.

Meski hasil laboratorium menyatakan kondisi aman, DLH tetap meminta PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) melakukan evaluasi terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP), khususnya pada kegiatan yang berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan.

Menurut Dirman, perusahaan juga diminta lebih proaktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah apabila akan melaksanakan kegiatan seperti start-up commissioning maupun pekerjaan lain yang berpotensi menimbulkan gangguan bagi masyarakat.

"Ada beberapa prosedur yang harus mereka review kembali sehingga kejadian seperti kemarin bisa diminimalkan," ujarnya.

Ia menambahkan, respons cepat dari perusahaan, pemerintah dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menangani dugaan pencemaran lingkungan. 

Untuk itu, masyarakat diimbau segera melapor apabila menemukan kejadian serupa.

"Kalau ada kejadian seperti itu, segera koordinasikan ke kelurahan atau instansi terkait. Dengan begitu kita bisa bergerak bersama mengambil langkah cepat, mulai dari pengecekan di lapangan hingga pengambilan sampel, seperti yang dilakukan kemarin," jelasnya.

Ia mengungkapkan, saat laporan pertama diterima, tim DLH langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan mengambil sampel.

Sampel tersebut kemudian diuji lebih lanjut di laboratorium Sucofindo. "Hasil pengujian detail menyimpulkan serpihan debu yang terjadi saat itu tidak berbahaya dan kualitas udaranya masih memenuhi baku mutu ambien," tuturnya.

Sementara VP Legal & Relation PT Kilang Pertamina Balikpapan, Asep Sulaeman memastikan seluruh rekomendasi dari DLH dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Balikpapan telah ditindaklanjuti sesuai arahan pemerintah.

Ia menyebut hasil pengujian laboratorium independen juga telah disampaikan kepada kedua instansi tersebut sebagai bentuk transparansi perusahaan.

"Ke depan, sebagai bagian dari penyelesaian Proyek Strategis Nasional, KPB akan melanjutkan tahapan start-up commissioning dengan melibatkan pemangku kepentingan terkait, termasuk unsur pemerintah daerah dan instansi teknis," ujar Asep.

Menurutnya, perusahaan telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, baik dari sisi teknis maupun nonteknis, untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan.

"Kami memohon dukungan dan doa dari masyarakat Balikpapan, khususnya warga di sekitar wilayah operasional kami, agar proses ini dapat berjalan lancar demi keberlangsungan operasional yang aman dan bermanfaat bagi masyarakat luas," pungkasnya.