Cerita Pilu Korban Kebakaran di Tenggarong: Hanya Sempat Selamatkan Anggota Keluarga, Seluruh Harta Ludes Dilalap Api

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kunjungan pemerintah ke lokasi kebakaran kelurahan baru. (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Kunjungan pemerintah ke lokasi kebakaran kelurahan baru. (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Cerita Pilu Korban Kebakaran di Tenggarong: Hanya Sempat Selamatkan Anggota Keluarga, Seluruh Harta Ludes Dilalap Api

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kunjungan pemerintah ke lokasi kebakaran kelurahan baru. (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)
Kunjungan pemerintah ke lokasi kebakaran kelurahan baru. (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Cerita Pilu Korban Kebakaran di Tenggarong: Hanya Sempat Selamatkan Anggota Keluarga, Seluruh Harta Ludes Dilalap Api

Kunjungan pemerintah ke lokasi kebakaran kelurahan baru. (Foto: Aswin/pusaranmedia.com)

Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan

TENGGARONG - Musibah kebakaran yang melanda RT 7, Kelurahan Baru, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), pada Jumat (17/7/2026) dini hari, menyisakan duka mendalam bagi para korban. Salah satunya dialami Ariansyah yang kini harus kehilangan rumah beserta seluruh harta bendanya.

Ariansyah mengaku tak sempat menyelamatkan apa pun selain istri dan anaknya. Seluruh barang berharga hingga dokumen penting habis terbakar, sehingga kini ia dan keluarganya hanya memiliki pakaian yang dikenakan saat kejadian.

Peristiwa tersebut menghanguskan delapan rumah dan menyebabkan tiga rumah lainnya mengalami kerusakan. Sebanyak 16 kepala keluarga atau 58 jiwa terdampak akibat kebakaran itu.

Ariansyah menuturkan, dirinya menjadi orang pertama yang mengetahui munculnya kobaran api. Dari jendela kamar, ia melihat api mulai membesar sebelum bergegas keluar rumah untuk membangunkan warga sekitar.

“Kebetulan yang pertama kali membangunkan warga memang saya. Saya melihat api dari jendela, kemudian langsung lari ke luar mencari bantuan dan membangunkan warga-warga,” ujarnya.

Dalam situasi panik, Ariansyah mengaku lebih memilih memastikan keluarganya selamat daripada menyelamatkan barang-barang di dalam rumah.

“Semua harta dan dokumen tidak ada. Kami cuma membawa baju yang melekat di badan saja. Alhamdulillah anak dan istri selamat,” katanya.

Saat ini, Ariansyah bersama keluarganya mengungsi di rumah kerabat yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian. Ia berharap bantuan yang telah dijanjikan pemerintah daerah dapat segera direalisasikan agar keluarganya kembali memiliki tempat tinggal yang layak.

“Saya berharap bantuan itu bisa segera direalisasikan. Kami punya anak dan istri yang membutuhkan tempat tinggal. Mudah-mudahan segera ada kemudahan dari pemerintah,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri yang meninjau langsung lokasi kebakaran menegaskan pemerintah daerah akan memprioritaskan pemulihan kebutuhan para korban.

“Prioritas utama kami adalah memastikan warga bisa kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan baik,” katanya. Sabtu (18/7/2026)

Menurut Aulia, selain menyalurkan bantuan logistik dan uang tunai, Pemkab Kukar juga akan membantu pengurusan dokumen penting yang ikut terbakar, memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah bagi anak-anak korban, hingga memberikan dukungan kepada warga yang kehilangan mata pencaharian agar dapat kembali berusaha.

Ia juga memastikan program pemulihan rumah terdampak kebakaran akan segera dilaksanakan melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kukar.

“Kami sudah menginstruksikan agar program pemulihan rumah segera dieksekusi sehingga warga yang terdampak bisa kembali memiliki tempat tinggal. Mekanismenya akan difasilitasi bersama pihak kelurahan dan kecamatan sesuai aturan yang berlaku,” tuturnya.