Dokumenter "Hidup dari Laut" Rekam Jejak Budaya Maritim Bontang Kuala untuk Generasi Mendatang

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Proses Pembuatan Film Dokumenter bertajuk "Hidup dari Laut: Dokumentasi Sejarah dan Budaya Masyarakat Maritim Bontang Kuala, Kota Bontang." (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Proses Pembuatan Film Dokumenter bertajuk "Hidup dari Laut: Dokumentasi Sejarah dan Budaya Masyarakat Maritim Bontang Kuala, Kota Bontang." (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dokumenter "Hidup dari Laut" Rekam Jejak Budaya Maritim Bontang Kuala untuk Generasi Mendatang

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Proses Pembuatan Film Dokumenter bertajuk "Hidup dari Laut: Dokumentasi Sejarah dan Budaya Masyarakat Maritim Bontang Kuala, Kota Bontang." (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Proses Pembuatan Film Dokumenter bertajuk "Hidup dari Laut: Dokumentasi Sejarah dan Budaya Masyarakat Maritim Bontang Kuala, Kota Bontang." (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Dokumenter "Hidup dari Laut" Rekam Jejak Budaya Maritim Bontang Kuala untuk Generasi Mendatang

Proses Pembuatan Film Dokumenter bertajuk "Hidup dari Laut: Dokumentasi Sejarah dan Budaya Masyarakat Maritim Bontang Kuala, Kota Bontang." (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Bambang Irawan

BONTANG – Sejarah dan budaya masyarakat maritim di Bontang Kuala kini didokumentasikan dalam sebuah film dokumenter bertajuk "Hidup dari Laut: Dokumentasi Sejarah dan Budaya Masyarakat Maritim Bontang Kuala, Kota Bontang." 

Karya tersebut disusun melalui Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan (FPK) yang difasilitasi Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Timur pada Juli 2026.

Sutradara sekaligus penerima bantuan FPK, Naldi, mengatakan dokumenter ini menjadi upaya merekam kehidupan masyarakat pesisir yang selama ini tumbuh dan berkembang sebagai bagian dari identitas budaya Kota Bontang.

"Melalui dokumenter ini kami ingin menghadirkan rekaman sejarah dan budaya masyarakat Bontang Kuala secara utuh, sehingga dapat menjadi arsip sekaligus media pembelajaran bagi masyarakat luas," ujarnya, Senin (20/7/2026).

Dokumenter tersebut mengangkat beragam sisi kehidupan masyarakat maritim, mulai dari aktivitas nelayan, jejak bangunan bersejarah, hingga tradisi yang masih dijalankan secara turun-temurun. 

Salah satu fokus utama ialah ritual adat Bebalai yang hingga kini tetap dilestarikan sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil laut sekaligus simbol kuatnya nilai budaya masyarakat pesisir.

Dalam proses produksinya, tim dokumentasi melibatkan tokoh adat, tokoh masyarakat, pelaku budaya, serta warga Bontang Kuala. Berbagai wawancara dan pengambilan gambar dilakukan di sejumlah lokasi yang memiliki nilai sejarah dan budaya agar informasi yang disajikan mampu menggambarkan kehidupan masyarakat secara komprehensif.

Naldi menilai keterlibatan masyarakat menjadi unsur penting agar dokumenter tidak hanya menampilkan gambar, tetapi juga menghadirkan cerita dan pengetahuan yang bersumber langsung dari para pelaku budaya.

Melalui dokumentasi ini, sejarah lokal dan kearifan masyarakat maritim diharapkan dapat tersimpan dengan baik sebagai referensi bagi generasi mendatang. 

"Selain menjadi arsip budaya, film dokumenter tersebut juga ditujukan sebagai media edukasi untuk memperkenalkan kekayaan budaya Bontang Kuala kepada masyarakat yang lebih luas," jelasnya.

Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan sendiri merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam mendorong partisipasi masyarakat pada upaya pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan objek pemajuan kebudayaan. 

Melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku budaya, akademisi, dan masyarakat, berbagai warisan budaya di Kalimantan Timur diharapkan dapat terus lestari dan semakin dikenal oleh generasi sekarang maupun yang akan datang.