Reporter: Adi Kade | Editor: Bambang Irawan
PENAJAM - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berencana merelokasi SMPN 1 PPU karena hampir setiap musim hujan terdampak banjir.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdikpora PPU, Muhtar mengatakan, SMPN 1 PPU di Jalan Provinsi Km 1, Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam hampir setiap tahun dilanda banjir sehingga berdampak terhadap proses belajar mengajar.
Pemerintah daerah telah lama mewacanakan untuk merenovasi beberapa ruang kelas yang sering terdampak banjir menjadi gedung dua lantai. Namun, belakangan ini muncul wacana SMPN 1 PPU akan direlokasi atau dipindahkan ke lokasi yang bebas banjir.
“Maunya kami, SMPN 1 direlokasi. Tetapi, masih perlu pertimbangan komprehensif mulai dari kesiapan lahan hingga anggaran,” kata Muhatar, Senin (20/7/2026).
Muhtar mengungkapkan, anggaran yang dibutuhkan untuk relokasi SMPN 1 diperkirakan mencapai Rp30 miliar. Karena, sekolah yang memiliki jumlah siswa lebih dari 500 jiwa harus dibangun full design.
Rencana relokasi ini belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat lantaran kondisi keuangan daerah sangat terbatas.
“Kalau SMPN 1 dilokasi maka seluruh kebutuhan bangunan harus dibangun sekaligus, tidak bisa dibangun secara bertahap seperti sekolah baru,” ujarnya.
Muhtar menyatakan, Disdikpora bersama pihak sekolah telah membangun dua titik sumur resapan atau penampungan air untuk meminimalisir dampak banjir di lingkungan SMPN 1.
Sumur resapan tersebut juga telah dilengkapi dua unit mesin pompa air. Jadi, ketika banjir air yang mengalir ke sumur resapan kemudian airnya dialirkan ke parit menggunakan mesin pompa air.
“Sumur resapan ini hanya solusi jangka pendek untuk meminimalisir dampak banjir,” pungkasnya.


