Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan
TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau terus memperkuat pembinaan petani kopi dan kakao melalui kolaborasi dengan Sekolah Tani Indonesia (STI).
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan petani, sekaligus memastikan hasil produksi memiliki akses pasar yang jelas hingga ke tingkat hilir.
Sekretaris Dinas Perkebunan Berau, Mansur, mengatakan kerja sama yang dibangun bukan dalam bentuk nota kesepahaman khusus, melainkan saling mendukung kegiatan sesuai kapasitas masing-masing. Dinas akan mendukung program yang dijalankan STI, begitu pula sebaliknya.
Menurutnya, pembinaan difokuskan pada komoditas kopi dan kakao karena dinilai memiliki prospek besar untuk terus dikembangkan di Berau. Selain meningkatkan keterampilan budidaya, petani juga akan didampingi agar hasil panennya memiliki pasar yang berkelanjutan.
“Fokusnya bagaimana petani dibina dari hulu sampai hilir. Jangan sampai produksi meningkat, tetapi hasilnya tidak terserap pasar,” ujar Mansur.
Ia menambahkan, tahun ini sektor perkebunan juga mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian untuk pengembangan komoditas perkebunan. Berau memperoleh alokasi pengembangan kakao seluas 200 hektare dan kopi seluas 200 hektare.
Bantuan tersebut merupakan hasil usulan Pemerintah Kabupaten Berau setelah Bupati melakukan pertemuan dengan Menteri Pertanian. Dengan tambahan luasan tersebut, pemerintah berharap produksi kakao dan kopi Berau terus meningkat serta mampu memperkuat kesejahteraan petani. (Adv)



