Bulan Depan, Bupati PPU Target Program Kartu Penajam Cerdas Direalisasikan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Bupati PPU, Mudyat Noor. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).
Bupati PPU, Mudyat Noor. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Bulan Depan, Bupati PPU Target Program Kartu Penajam Cerdas Direalisasikan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Bupati PPU, Mudyat Noor. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).
Bupati PPU, Mudyat Noor. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Bulan Depan, Bupati PPU Target Program Kartu Penajam Cerdas Direalisasikan

Bupati PPU, Mudyat Noor. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin

PENAJAM- Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor menargetkan program Kartu Penajam Cerdas (KPC) direalisasikan pada Agustus 2026. 

Bantuan pendidikan untuk siswa baru tahun ajaran 2026/2027 bakal menyasar sekitar 6.000 siswa di satuan pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). 

“Kami pastikan program KPC di tahun ini tetap berjalan. Seharusnya mulai direalisasikan di bulan ini, tetapi ada beberapa tahapan administrasi yang harus diselesaikan terlebih dahulu sehingga baru bisa dilaksanakan bulan depan,” kata Mudyat, Senin (20/7/2026). 

Mudyat telah menginstruksikan kepada Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU agar memproses pelaksanaan program KPC.

Saat ini Disdikpora tengah melakukan proses penyelesaian data administrasi siswa calon penerima manfaat. 

“Data-data siswa penerima manfaat harus selesai di bulan ini,” ujarnya. 

Bantuan pendidikan bagi siswa baru melalui program KPC mulai dijalankan pemerintah daerah pada 2025 dengan besaran bantuan sebesar Rp600 ribu per siswa.

Bantuan tersebut kembali diprogramkan di tahun dengan nominal bantuan yang sama tahun sebelumnya. 

Bantuan pendidikan yang dialokasikan Pemkab PPU tersebut untuk pembelian kebutuhan seragam sekolah, tas, sepatu dan kebutuhan sekolah lainnya. 

“Bantuan ini sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meringankan beban orang tua atas biaya pendidikan,” pungkasnya.