Pengadaan Buku Digital di Samarinda 2026 Naik Jadi Rp130 Juta, Buku Fisik Masih Tunggu Anggaran

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Dispursip Kota Samarinda, Erham Yusuf. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Kepala Dispursip Kota Samarinda, Erham Yusuf. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pengadaan Buku Digital di Samarinda 2026 Naik Jadi Rp130 Juta, Buku Fisik Masih Tunggu Anggaran

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Dispursip Kota Samarinda, Erham Yusuf. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Kepala Dispursip Kota Samarinda, Erham Yusuf. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pengadaan Buku Digital di Samarinda 2026 Naik Jadi Rp130 Juta, Buku Fisik Masih Tunggu Anggaran

Kepala Dispursip Kota Samarinda, Erham Yusuf. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA – Upaya menambah koleksi perpustakaan di Kota Samarinda tahun ini lebih difokuskan pada pengadaan buku digital. 

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Kota Samarinda mengalokasikan sekitar Rp130 juta untuk menambah koleksi digital, sementara pengadaan buku fisik masih menunggu ketersediaan anggaran.

Kepala Dispursip Kota Samarinda Erham Yusuf mengatakan, penambahan koleksi perpustakaan selama ini dilakukan melalui dua jalur. Pertama, pengadaan buku melalui APBD, kedua, lewat dukungan masyarakat melalui Gerakan Wakaf Literatur yang telah berjalan sejak 2021. Namun, pada APBD murni 2026, pengadaan difokuskan pada koleksi digital.

"Tahun ini untuk pengadaan buku digital sekitar Rp130 juta. Mudah-mudahan nanti di perubahan ada anggaran untuk buku fisik," ucap Erham, Senin (20/7/2026).

Ia menjelaskan, anggaran pengadaan buku digital tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya yang nilainya berada di bawah Rp50 juta. Sementara itu, pengadaan buku fisik pada tahun lalu mencapai sekitar Rp164 juta. 

Menurutnya, besaran anggaran pengadaan koleksi sangat bergantung pada kemampuan keuangan daerah. Karena itu, pemerintah daerah harus menyesuaikan prioritas belanja dengan kondisi pendapatan yang tersedia apalagi di tengah kebijakan efisiensi anggaran. 

Meski demikian, Erham memastikan peningkatan pengadaan buku digital tidak menemui kendala dari sisi administrasi maupun pengawasan. Bahkan, pengadaan koleksi digital sempat menjadi objek uji petik Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Selain mengoptimalkan koleksi digital, Dispursip tetap berharap pengadaan buku fisik dapat kembali diakomodasi melalui APBD perubahan sehingga koleksi perpustakaan dapat terus bertambah dan menjangkau kebutuhan masyarakat dengan lebih beragam.

Untuk koleksi buku digital di Perpustakaan Kota Samarinda, masyarakat bisa mengaksesnya melalui aplikasi "i-samarinda". Masyarakat juga bisa menggunakan fitur pinjam untuk membacanya tanpa takut harus berebutan dengan orang lain.  

"Hingga sekarang tidak ada temuan dari BPK terkait pengadaan buku digital. Secara administrasi semuanya berjalan sesuai ketentuan," pungkasnya.