Perpustakaan Digital Jadi Cara Efektif Tingkatkan Budaya Literasi di Samarinda

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Perpustakaan Kota Samarinda. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Perpustakaan Kota Samarinda. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Perpustakaan Digital Jadi Cara Efektif Tingkatkan Budaya Literasi di Samarinda

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Perpustakaan Kota Samarinda. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Perpustakaan Kota Samarinda. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Perpustakaan Digital Jadi Cara Efektif Tingkatkan Budaya Literasi di Samarinda 

Perpustakaan Kota Samarinda. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA – Transformasi layanan perpustakaan berbasis digital dinilai menjadi langkah penting untuk mengikuti perubahan pola membaca masyarakat. 

Selain memudahkan akses buku, digitalisasi juga diharapkan mampu meningkatkan minat baca lintas usia di Kota Samarinda.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Novan Syahronny Pasie, mengatakan perpustakaan tidak lagi hanya mengandalkan koleksi buku fisik. Masyarakat kini dapat mengakses buku digital melalui gawai yang terhubung dengan layanan perpustakaan.

Menurutnya, kemudahan tersebut perlu terus dikembangkan agar layanan perpustakaan semakin relevan dengan perkembangan teknologi dan kebiasaan masyarakat saat ini.

Saat ini berbagai platform perpustakaan digital telah tersedia, salah satunya yang dimiliki oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda "i-samarinda". 

"Masyarakat tidak harus menggunakan buku fisik. Mereka bisa membaca melalui HP masing-masing," kata Novan, Senin (20/7/2026).

Komisi IV pun mendukung penuh transformasi layanan perpustakaan menuju sistem digital. Langkah tersebut dinilai menjadi salah satu upaya meningkatkan minat baca sekaligus memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat.

Menurutnya peningkatan literasi tidak hanya menyasar kalangan pelajar maupun mahasiswa, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, diperlukan keterlibatan berbagai elemen masyarakat untuk mengajak warga memanfaatkan fasilitas perpustakaan.

Menurutnya, sosialisasi dapat dilakukan melalui organisasi kemasyarakatan, mulai dari tingkat kecamatan hingga kelurahan, sehingga budaya membaca tidak hanya tumbuh di lingkungan pendidikan formal.

Ia berharap penguatan layanan digital berjalan beriringan dengan berbagai program literasi di masyarakat. Sehingga, kata dia, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan buku, tetapi juga pusat pembelajaran yang mudah diakses kapan saja melalui teknologi digital.

"Minat baca ini bukan hanya untuk anak-anak, tetapi untuk semua masyarakat," pungkasnya.