Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menegaskan komitmennya untuk selalu menjalin komunikasi dan koordinasi yang intensif dengan DPRD Kota Balikpapan terkait pelaksanaan program-program pembangunan, khususnya yang bersumber dari APBD dan menjadi prioritas daerah.
Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Balikpapan, Agus Budi Prasetyo menyampaikan bahwa setiap program prioritas selalu dipaparkan secara transparan dalam rapat pembahasan APBD, rapat kerja komisi, hingga rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD.
"Dengan dewan kita selalu komunikasikan. Apapun program yang akan dilaksanakan pasti kita komunikasikan. Pada saat pembahasan APBD, rapat komisi, maupun Banggar, semua program prioritas kita sampaikan dan diskusikan bersama," ucap Agus, Selasa (21/7/2026).
Salah satu fokus utama yang disinggung adalah proyek pembangunan Rumah Sakit Balikpapan Barat.
Agus menegaskan bahwa proyek tersebut tetap masuk dalam jajaran program prioritas Pemkot Balikpapan.
Saat ini, Pemkot tengah menyelesaikan dan mengklirkan sengketa atau permasalahan lahan yang sempat terjadi sebelumnya.
Paralel dengan hal tersebut, koordinasi dan pembahasan skema kelanjutan proyek bersama internal Pemkot serta DPRD terus dimatangkan.
"Rumah Sakit Balikpapan Barat tetap jadi program prioritas. Kita sedang merencanakan kelanjutannya. Karena ada perubahan skema, maka perlu pembahasan lebih lanjut di internal kami dan tentu akan kita tindak lanjuti bersama dewan," jelasnya.
Selain program fisik, Pemkot Balikpapan juga merespons isu penurunan Transfer ke Daerah (TKD). Agus meluruskan anggapan penurunan tajam anggaran dengan merinci komponen penerimaan transfer pusat.
Ia menjelaskan bahwa pada penyusunan APBD tahun lalu, angka TKD Balikpapan memang mengalami penurunan sekitar Rp1,055 triliun dari total TKD yang biasa menyentuh angka Rp2 triliun.
Adapun angka Rp800 miliar yang sempat ramai diperbincangkan merupakan porsi penerimaan dari Dana Bagi Hasil (DBH) semata.
"TKD itu kan komponennya tidak hanya DBH, tapi ada juga Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), hingga bantuan keuangan dari Pemprov Kaltim. Kalau angka Rp800 miliar itu hanya untuk DBH saja," ungkapnya.
Untuk estimasi penerimaan TKD secara keseluruhan pada tahun anggaran ini, Pemkot Balikpapan memproyeksikan total dana transfer dari pusat dan provinsi akan berada di kisaran Rp1,3 triliun hingga Rp1,4 triliun.
"Secara total, TKD kita diperkirakan ada di kisaran Rp1,3 triliun sampai Rp1,4 triliun," pungkasnya.


