Curah Hujan Kaltim Diprediksi Rendah hingga Akhir Juli, Kubar Alami 19 Hari Tanpa Hujan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Kaltim akan mengalami curah hujan kategori rendah pada periode 21 - 31 Juli 2026. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com)
BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Kaltim akan mengalami curah hujan kategori rendah pada periode 21 - 31 Juli 2026. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Curah Hujan Kaltim Diprediksi Rendah hingga Akhir Juli, Kubar Alami 19 Hari Tanpa Hujan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Kaltim akan mengalami curah hujan kategori rendah pada periode 21 - 31 Juli 2026. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com)
BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Kaltim akan mengalami curah hujan kategori rendah pada periode 21 - 31 Juli 2026. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Curah Hujan Kaltim Diprediksi Rendah hingga Akhir Juli, Kubar Alami 19 Hari Tanpa Hujan

BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Kaltim akan mengalami curah hujan kategori rendah pada periode 21 - 31 Juli 2026. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com)

Reporter: Herdiansyah l Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II APT Pranoto Samarinda memprakirakan sebagian besar wilayah Kaltim akan mengalami curah hujan kategori rendah pada periode 21 hingga 31 Juli 2026.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II APT Pranoto Samarinda, Riza Arian Noor, mengatakan curah hujan selama Juli 2026 diprediksi berada pada kategori rendah, yakni berkisar antara 0 sampai 50 milimeter.

Meski demikian, peluang terjadinya hujan di sebagian besar wilayah Kaltim berada pada kisaran 70 hingga lebih dari 90 persen.

“Curah hujan Juli 2026 menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Provinsi Kaltim diprediksi akan mengalami curah hujan kategori rendah,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, wilayah Kaltim bagian selatan dan timur diperkirakan menerima curah hujan yang lebih rendah dibandingkan wilayah lainnya, bahkan di beberapa lokasi jumlah curah hujan diprediksi kurang dari 20 mm selama periode tersebut.

Selain itu, kata dia, BMKG juga mencatat sebagian besar wilayah Kaltim saat ini tengah mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) dengan durasi yang bervariasi, mulai dari kategori sangat pendek selama satu sampai lima hari hingga kategori menengah yang mencapai 11 hingga 20 hari.

Ia mengungkapkan, durasi HTH terpanjang tercatat di Kecamatan Siluq Ngurai, Kabupaten Kutai Barat, yang telah mengalami 19 hari berturut-turut tanpa hujan.

"Kondisi cuaca masih dapat berubah secara dinamis sehingga kewaspadaan tetap diperlukan dalam menghadapi potensi perubahan cuaca di wilayah Kaltim," pungkasnya.