Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan
TANJUNG REDEB – Program pengembangan kelapa dalam di Kabupaten Berau mulai menunjukkan perkembangan.
Dinas Perkebunan Berau memastikan proses pengadaan bibit kini memasuki tahap verifikasi oleh pemerintah provinsi sebelum bantuan disalurkan kepada petani.
Sekretaris Dinas Perkebunan Berau, Mansur, menjelaskan seluruh lokasi calon penerima dan calon lahan telah diidentifikasi. Data tersebut telah diserahkan kepada Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Kalimantan Timur untuk menjalani proses verifikasi.
Ia menyebutkan, pengembangan kelapa menjadi salah satu program prioritas Dinas Perkebunan, selain komoditas kakao. Bantuan yang disiapkan mencakup lahan seluas 200 hektare, sama seperti bantuan pengembangan kakao yang diperoleh dari Kementerian Pertanian.
“Calon lokasi dan calon lahannya sudah kami kirim ke provinsi. Sekarang tinggal menunggu proses verifikasi sebelum bantuan bibit datang,” kata Mansur.
Kelapa dalam di Kabupaten Berau merupakan komoditas perkebunan tradisional yang selama ini terpusat di Kecamatan Batu Putih, Biduk-Biduk dan Pulau Maratua.
Produksinya diperkirakan mencapai sekitar 20 ribu butir kelapa per tahun. Seiring potensi tersebut, pemerintah daerah kini mulai mendorong program hilirisasi agar kelapa tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai tambah seperti minyak goreng murni dan sabun organik.
Menurut Mansur, program peremajaan juga penting dilakukan karena sebagian besar tanaman kelapa milik masyarakat telah berusia tua sehingga produktivitasnya mulai menurun. Dengan adanya bibit baru, diharapkan kebun kelapa rakyat dapat kembali produktif sekaligus memperkuat ketersediaan bahan baku bagi pengembangan produk olahan kelapa di daerah.
“Dengan hadirnya bibit baru, produktivitas kebun rakyat kami harap dapat meningkat sekaligus mampu memenuhi kebutuhan kelapa segar di Kabupaten Berau,” ujarnya. (Adv)



