Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BALIKPAPAN - Stadion Batakan mulai berbenah untuk memenuhi standar penyelenggaraan kompetisi nasional hingga internasional.
Saat ini, stadion kebanggaan Kota Balikpapan tersebut tengah menjalani renovasi menyeluruh, mulai dari penggantian rumput lapangan, perbaikan sistem drainase, hingga pembenahan fasilitas pendukung.
Kepala UPTD Pengelolaan dan Perawatan Gedung Pemerintah Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Balikpapan, Adi Wahyudi mengatakan renovasi dilakukan sebagai bagian dari persiapan penggunaan Stadion Batakan untuk kompetisi Liga 2 musim depan sekaligus memenuhi standar FIFA.
Menurutnya, tim dari PSSI telah melakukan inspeksi ke Stadion Batakan. Peninjauan tersebut merupakan agenda rutin untuk mengecek kesiapan stadion sebagai venue kompetisi.
"Kemarin ada tim dari PSSI yang meninjau lapangan. Itu memang pemeriksaan rutin untuk persiapan Liga 2 tahun depan. Mereka memeriksa seluruh fasilitas," ucap Adi, Selasa (21/7/2026).
Ia menjelaskan, hingga kini pihaknya masih menunggu hasil inspeksi secara tertulis dari PSSI. Biasanya, federasi akan memberikan catatan mengenai fasilitas yang masih perlu dibenahi agar memenuhi standar.
Fokus pemeriksaan meliputi kondisi lapangan, kualitas rumput, lampu penerangan, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya.
Saat ini, renovasi yang dilakukan mencakup penggantian rumput lapangan menggunakan jenis Zoysia Matrella, yang dinilai memiliki kualitas lebih baik dan telah memenuhi standar FIFA.
"Rumputnya diganti dengan Zoysia Matrella. Kualitasnya lebih bagus dan sudah berstandar FIFA," katanya.
Selain itu, sistem drainase juga diperbaiki melalui pembenahan saluran irigasi di bawah lapangan dan penggantian jaringan geotextile atau lembaran tekstil sintesis berpori yang sebelumnya mengalami kerusakan.
"Geotextile banyak yang rusak, jadi harus diperbaiki agar saat hujan air bisa cepat meresap. Parit irigasi di bagian dalam juga diperbaiki," jelasnya.
Adi juga meluruskan anggapan bahwa Stadion Batakan pernah tidak memenuhi syarat untuk menggelar ajang internasional, seperti Piala Dunia U-17.
Menurutnya, pada proses seleksi saat itu, Stadion Batakan sebenarnya masih memenuhi standar, terutama dari sisi pencahayaan. Kendala justru berada di stadion lain yang menjadi bagian dari persiapan penyelenggaraan di Kalimantan Timur (Kaltim).
Karena itu, Kaltim dipastikan batal menjadi tuan rumah dan turnamen tersebut dipusatkan di Jawa Timur.
"Kalau Batakan dari sisi pencahayaan masih masuk standar. Memang ada beberapa titik lampu yang mati, tetapi secara keseluruhan masih tercover dan tetap kami perbaiki," ujarnya.
Ke depan, lapangan latihan juga akan difungsikan sebagai lokasi Official Training (OT) sehingga lapangan utama tidak lagi digunakan untuk latihan menjelang pertandingan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas rumput stadion.
Adi berharap setelah renovasi rampung, Stadion Batakan dapat memenuhi seluruh persyaratan sebagai stadion bertaraf internasional.
"Harapannya Stadion Batakan benar-benar layak menggelar event internasional. Semua fasilitas, utilitas, dan sarana pendukungnya memenuhi standar FIFA," katanya.
Renovasi ditargetkan selesai pada akhir 2026. Dengan demikian, Stadion Batakan diharapkan sudah dapat kembali digunakan oleh Persiba Balikpapan dan penyelenggaraan kompetisi Liga 2 pada musim depan.
Terkait tarif sewa stadion setelah renovasi selesai, Adi memastikan belum ada rencana penyesuaian.
"Retribusi sewa diatur melalui Perda. Kalau pun ada penyesuaian tarif harus dibahas terlebih dahulu. Untuk saat ini belum ada rencana kenaikan tarif sewa," jelasnya.
Sementara itu, kesiapan Stadion Batakan juga menjadi perhatian Persiba Balikpapan yang akan mengarungi kompetisi Liga 2 musim 2026/2027.
Dalam pernyataan akun resminya pada 8 Juli 2026, manajemen Persiba mengungkapkan bahwa Stadion Batakan saat ini telah memasuki tahap awal perawatan dan renovasi, khususnya pada area lapangan dan rumput stadion.
Persiba menilai kepastian progres pekerjaan menjadi faktor penting mengingat waktu persiapan kompetisi terus berjalan.
Klub berharap terdapat kejelasan mengenai target penyelesaian renovasi agar persiapan tim, termasuk pelaksanaan laga kandang, dapat berjalan sesuai rencana.
Klub berjuluk Beruang Madu itu juga mengingatkan bahwa perubahan lokasi pertandingan kandang atau perpindahan homebase memiliki konsekuensi terhadap regulasi kompetisi, termasuk potensi pengurangan poin apabila persyaratan kandang tidak dapat dipenuhi.
Sebab itu, Persiba memastikan akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Balikpapan dan pihak terkait untuk memantau perkembangan renovasi Stadion Batakan hingga siap digunakan sebagai kandang pada musim kompetisi mendatang.


