BI Balikpapan Siapkan 41 UMKM Tembus Pasar Ekspor, Beri Pendampingan hingga Business Matching dengan Buyer Global

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi. (Foto: BI Balikpapan)
Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi. (Foto: BI Balikpapan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

BI Balikpapan Siapkan 41 UMKM Tembus Pasar Ekspor, Beri Pendampingan hingga Business Matching dengan Buyer Global

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi. (Foto: BI Balikpapan)
Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi. (Foto: BI Balikpapan)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

BI Balikpapan Siapkan 41 UMKM Tembus Pasar Ekspor, Beri Pendampingan hingga Business Matching dengan Buyer Global

Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi. (Foto: BI Balikpapan)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan

BALIKPAPAN - Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Balikpapan terus memperkuat upaya mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) naik kelas dengan memperluas akses ke pasar internasional. 

Sebanyak 41 UMKM unggulan dari Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), dan Paser dipersiapkan agar mampu menembus pasar ekspor melalui pendampingan yang berkelanjutan.

Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi mengatakan produk UMKM di wilayah kerjanya memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar global. 

Namun, masih terdapat sejumlah tantangan yang harus diatasi, mulai dari pemahaman prosedur ekspor, akses terhadap pembeli internasional, hingga kesiapan produk memenuhi standar global.

"UMKM di wilayah Balikpapan, PPU, dan Paser memiliki keunikan produk, namun masih menghadapi tantangan untuk mengakses pasar ekspor, khususnya terkait pemahaman tahapan ekspor, akses buyer internasional, kesiapan produk memenuhi standar global, kualitas kemasan, inovasi produk, hingga strategi pemasaran internasional," ujar Robi dalam keterangannya, Selasa (21/7/2026).

Menurutnya, ketidakpastian geopolitik dunia juga menjadi tantangan baru karena berdampak pada meningkatnya biaya logistik dan waktu pengiriman barang ke sejumlah negara tujuan ekspor.

Untuk menjawab tantangan tersebut, BI Balikpapan menghadirkan program Nusantara Export Academy (NEA) 2026. 

Program ini tidak hanya memberikan pembelajaran secara klasikal, tetapi juga pendampingan intensif selama tiga bulan agar UMKM benar-benar siap memasuki pasar ekspor.

"Melalui Nusantara Export Academy, kami tidak hanya memberikan pembelajaran di kelas, tetapi juga pendampingan secara komprehensif melalui sesi one-on-one, penyusunan rencana aksi ekspor, fasilitasi business matching dengan calon buyer internasional, hingga pendampingan transaksi ekspor," jelasnya.

Program tersebut merupakan tindak lanjut dari komitmen bersama perluasan akses ekspor yang telah dibangun BI Balikpapan bersama sejumlah mitra strategis, di antaranya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Timur, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), pemerintah daerah Balikpapan, PPU, dan Paser, Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba), Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia Kalimantan Timur, serta perbankan.

Sebanyak 41 UMKM yang mengikuti program ini merupakan pelaku usaha terpilih dengan produk unggulan berupa makanan dan minuman olahan, kriya, serta wastra khas daerah. 

Seluruh peserta telah melalui proses seleksi administrasi, kurasi, dan verifikasi lapangan untuk memastikan kesiapan usaha serta komitmen mereka dalam mengembangkan pasar ekspor.

Melalui kolaborasi tersebut, peserta juga memperoleh pendampingan mengenai prosedur kepabeanan, penentuan HS Code, akses pembiayaan ekspor, hingga peluang memperluas pasar melalui jaringan diaspora Indonesia di berbagai negara.

BI Balikpapan mencatat sejumlah hasil awal dari program tersebut. Para peserta kini telah mampu mengidentifikasi HS Code produknya sebagai salah satu tahapan penting dalam proses ekspor. 

Selain itu, mereka juga didorong meningkatkan kualitas kemasan, memperpanjang usia simpan produk, memperkuat kapasitas produksi, serta memanfaatkan platform digital dan marketplace internasional untuk menjangkau pasar global.

UMKM yang memenuhi persyaratan juga akan mendapatkan fasilitasi pengiriman sampel produk dan proses kurasi lanjutan sebagai bagian dari penjajakan pasar internasional.

"Harapannya semakin banyak UMKM di wilayah kerja KPwBI Balikpapan yang mampu menembus pasar ekspor, sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing," pungkasnya.