450 Prajurit Yonif 613/RJA Pulang Lengkap dari Papua, Pangdam VI/Mulawarman Ungkap Deretan Keberhasilan Operasi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono menyambut Satgas Yonif 613/RJA di Pelabuhan Semayang Balikpapan, Rabu (22/7/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono menyambut Satgas Yonif 613/RJA di Pelabuhan Semayang Balikpapan, Rabu (22/7/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

450 Prajurit Yonif 613/RJA Pulang Lengkap dari Papua, Pangdam VI/Mulawarman Ungkap Deretan Keberhasilan Operasi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono menyambut Satgas Yonif 613/RJA di Pelabuhan Semayang Balikpapan, Rabu (22/7/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono menyambut Satgas Yonif 613/RJA di Pelabuhan Semayang Balikpapan, Rabu (22/7/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

450 Prajurit Yonif 613/RJA Pulang Lengkap dari Papua, Pangdam VI/Mulawarman Ungkap Deretan Keberhasilan Operasi

Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono menyambut Satgas Yonif 613/RJA di Pelabuhan Semayang Balikpapan, Rabu (22/7/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan

BALIKPAPAN - Sebanyak 450 prajurit Satgas Yonif 613/Raja Alam (RJA) kembali kmarkas dalam kondisi aman dan lengkap setelah menuntaskan tugas Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG Mobile di wilayah Papua periode 2025-2026.

Kedatangan para prajurit disambut langsung Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono dalam upacara penyambutan di Pelabuhan Semayang Balikpapan, Rabu (22/7/2026) pagi.

Dalam amanatnya, Mayjen TNI Krido Pramono menyampaikan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian seluruh personel yang telah menjalankan tugas negara selama bertugas di wilayah Puncak Jaya, Papua.

"Saya selaku Pangdam VI/Mulawarman dan atas nama seluruh keluarga besar Kodam VI/Mulawarman mengucapkan selamat datang kembali kepada seluruh prajurit Satgas Yonif 613/Raja Alam. Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi, loyalitas, semangat juang serta pengabdian tulus yang telah diberikan selama melaksanakan tugas negara," ucap Mayjen TNI Krido.

Menurutnya, penugasan di Papua bukanlah tugas yang ringan. Namun, prajurit Yonif 613/RJA mampu menunjukkan profesionalisme, disiplin, serta militansi dalam menghadapi berbagai tantangan operasi.

Ia mengungkapkan, selama penugasan, satuan tersebut berhasil mencatat sejumlah capaian strategis. Di antaranya merebut titik Yamo di wilayah Puncak Jaya, titik Undu di Yamo, titik Purbalo di Purbalo, serta titik Mewoluk di kawasan Yambi-Mewoluk. Satgas juga melaksanakan operasi pembersihan Kampung Lolok di wilayah Ilamburawi.

Tak hanya itu, pendekatan teritorial yang dilakukan juga membuahkan hasil dengan adanya ikrar kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari lima anggota OPM Kodap XXVIII/Yambi-Mewoluk.

"Seluruh keberhasilan tersebut tentunya tidak terlepas dari semangat pantang menyerah, kekompakan, soliditas serta kepemimpinan yang baik dari para unsur komandan di lapangan. Setiap langkah dan tindakan yang dilakukan telah berhasil membawa nama baik Kodam VI/Mulawarman serta TNI Angkatan Darat di mata masyarakat," katanya.

Usai upacara, Mayjen TNI Krido menjelaskan kepada awak media bahwa keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari aspek militer, tetapi juga melalui pendekatan kepada masyarakat.

Ia menyebut Satgas Yonif 613/RJA berhasil menguasai sejumlah wilayah yang sebelumnya dikuasai kelompok OPM, sekaligus membangun kepercayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial.

"Alhamdulillah pagi ini kita sama-sama telah menyaksikan upacara penyambutan Satgas Yonif 613/Raja Alam yang telah menyelesaikan penugasannya di wilayah Papua, khususnya di Puncak Jaya. Mereka kurang lebih 450 orang dan kembali dengan aman dan lengkap," katanya.

Selain menguasai sejumlah titik strategis, kata Mayjen TNI Krido, prajurit juga melaksanakan berbagai program teritorial seperti membantu pendidikan, pelayanan kesehatan, karya bakti, pembangunan fasilitas umum, hingga komunikasi sosial dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.

Menurutnya, pendekatan tersebut berhasil menumbuhkan semangat patriotisme masyarakat setempat.

"Bahkan masyarakat di Mewoluk yang sebelumnya dikenal sebagai kampung hitam, dengan pendekatan yang dilakukan Satgas, mereka dengan penuh kesadaran memberikan ikrar setia kepada NKRI. Ini menjadi kebanggaan luar biasa," tuturnya.

Mayjen TNI Krido juga mengungkapkan selama penugasan di Puncak Jaya tidak terjadi kontak tembak antara Satgas dengan kelompok bersenjata.

Menurutnya, kondisi itu menunjukkan pendekatan yang dilakukan prajurit mampu membangun hubungan baik dengan masyarakat.

"Sepanjang mereka bertugas, alhamdulillah tidak ada kontak-kontak tembak. Artinya mereka penuh kesadaran menyatu dengan masyarakat, dan masyarakat juga memberikan respon yang sangat positif terhadap keberadaan prajurit," ungkapnya.

Meski demikian, evaluasi terhadap pelaksanaan operasi tetap akan dilakukan sebagai bagian dari pembinaan satuan.

Seluruh personel nantinya menjalani masa konsolidasi, pemeriksaan personel dan materiil, serta pembinaan kemampuan sebelum kembali dipersiapkan menghadapi penugasan berikutnya.

Mayjen TNI Krido menyebut rotasi penugasan batalyon tempur merupakan agenda rutin TNI AD. 

Bahkan pada Agustus mendatang, satuan lain dijadwalkan kembali diberangkatkan untuk melaksanakan operasi di Papua.

"Kemudian dilakukan konsolidasi, evaluasi, pengecekan personel maupun materiil sampai pembinaan satuan agar kemampuan prajurit tetap terjaga dan siap menghadapi tugas-tugas berikutnya, baik di home base maupun daerah operasi," pungkasnya.