Banner ADV

Pupuk Masih Jadi Kendala, Dinas Perkebunan Berau Soroti Ketersediaan dan Kualitas untuk Petani

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Sekertaris Disbun Berau, Mansur. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Sekertaris Disbun Berau, Mansur. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Pupuk Masih Jadi Kendala, Dinas Perkebunan Berau Soroti Ketersediaan dan Kualitas untuk Petani

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Sekertaris Disbun Berau, Mansur. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Sekertaris Disbun Berau, Mansur. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Pupuk Masih Jadi Kendala, Dinas Perkebunan Berau Soroti Ketersediaan dan Kualitas untuk Petani

Sekertaris Disbun Berau, Mansur. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Ketersediaan pupuk masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi petani perkebunan rakyat di Kabupaten Berau. 

Selain jumlahnya yang dinilai belum mencukupi, kualitas pupuk yang beredar di tingkat distributor hingga kios juga menjadi perhatian pemerintah.

Sekretaris Dinas Perkebunan (Disbun) Berau, Mansur, mengatakan persoalan tersebut perlu mendapat perhatian karena kebutuhan pupuk bagi perkebunan rakyat cukup besar. Kondisi ini berbeda dengan perkebunan skala besar yang umumnya memiliki sistem penyediaan pupuk sendiri.

“Kalau perkebunan rakyat, petani membeli pupuk melalui distributor atau kios. Sekarang masalahnya pupuk kurang tersedia. Kalaupun ada, kita belum bisa memastikan apakah pupuknya asli atau sesuai dengan dosis yang tertera di label,” ujarnya.

Menurut Mansur, penggunaan pupuk yang tidak sesuai standar dapat berdampak terhadap produktivitas tanaman. Petani telah mengeluarkan biaya untuk membeli pupuk, namun hasil yang diperoleh belum tentu sebanding apabila kualitas dan kandungan pupuk tidak sesuai.

Ia mencontohkan, kebutuhan pupuk untuk perkebunan rakyat sangat besar. Dengan luasan perkebunan rakyat yang mencapai sekitar 23 ribu hektare dan kebutuhan pupuk yang cukup tinggi setiap hektarenya, ketersediaan pupuk menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas petani.

“Kalau tidak dipupuk, hasilnya juga tidak maksimal. Makanya ketersediaan pupuk itu harus ada dan kualitasnya juga harus bisa dipastikan,” tegasnya.

Komoditas perkebunan rakyat seperti kakao, pihaknya saat ini lebih memfokuskan pengembangan pada pola swadaya masyarakat. Sebab, berbeda dengan komoditas seperti sawit yang memiliki dukungan perusahaan besar dan pola kemitraan, pengembangan kakao lebih banyak bergantung pada kemampuan petani itu sendiri.

Sementara terkait pengawasan pupuk, Mansur menyebut kewenangan pengujian dan distribusi berada pada instansi terkait. Ia berharap ketersediaan pupuk bagi petani dapat terjamin, sekaligus memastikan produk yang beredar benar-benar sesuai standar sehingga mampu memberikan dampak terhadap peningkatan produktivitas perkebunan rakyat di Berau. (Adv)