Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan
TANJUNG REDEB – Upaya menjaga produktivitas pertanian terus dilakukan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Berau menyusul munculnya serangan hama wereng di area persawahan Kampung Semurut, Kecamatan Tabalar.
Begitu menerima laporan dari lapangan, DTPHP Berau langsung melakukan pemantauan dan mengambil langkah antisipasi agar serangan tidak meluas. Dari hasil pendataan per 20 Juli 2026, sekitar 10 hektare lahan telah terdampak serangan hama, sementara 97 hektare lainnya masuk dalam status waspada dan terus mendapatkan perhatian.
Kepala DTPHP Berau, Lita Handini, mengatakan pihaknya terus berupaya merespons setiap laporan gangguan tanaman secara cepat. Penanganan sejak dini dinilai penting untuk menekan perkembangan hama sekaligus melindungi tanaman padi yang masih dapat diselamatkan.
“Setiap laporan yang masuk tentu menjadi perhatian kami. Kami berupaya melakukan langkah pengendalian sedini mungkin agar serangan tidak berkembang dan meluas ke areal persawahan lainnya,” ujarnya.
Fungsional Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) DTPHP Berau, Bambang Sujatmiko, menjelaskan hama yang teridentifikasi menyerang tanaman padi di Semurut terdiri dari Wereng Batang Coklat (WBC) dan Wereng Hijau. Kedua jenis hama tersebut menjadi perhatian karena dapat berkembang cukup cepat apabila tidak segera dikendalikan.
Sebagai langkah penanganan, DTPHP Berau telah berkoordinasi dengan UPTD Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Provinsi Kalimantan Timur untuk mendapatkan dukungan pengendalian, termasuk bantuan bahan pengendali hama.
Selain intervensi dari pemerintah, petani juga didorong melakukan pengendalian secara bersama-sama. Langkah serentak dinilai penting untuk memutus siklus perkembangan hama sehingga upaya penanganan tidak hanya dilakukan pada satu titik, tetapi mencakup kawasan persawahan yang berpotensi terdampak.
DTPHP Berau juga terus memantau kondisi lahan yang masuk kategori waspada. Dengan pengawasan dan pengendalian sejak dini, pemerintah berharap serangan wereng dapat ditekan sehingga tanaman padi yang masih tumbuh dapat dipertahankan hingga masa panen.
“Langkah cepat ini menjadi bagian dari komitmen DTPHP Berau dalam memberikan perlindungan kepada petani sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan daerah,” tambahnya.
Pemerintah pun mengingatkan petani agar segera melaporkan apabila menemukan gejala serangan hama di lahannya, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan potensi penyebaran dapat diminimalkan. (Adv)



