Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BALIKPAPAN - PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Kilang Balikpapan memperkuat sinergi dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) melalui pelatihan penyegaran bagi petugas pemadam kebakaran.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kompetensi sekaligus kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi keadaan darurat kebakaran di kawasan IKN.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari tersebut merupakan kolaborasi antara Fungsi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) PT PPN Kilang Balikpapan dengan Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN. Kegiatan dilaksanakan di Ruang Restorasi Banua Patra dan Fire Ground Kilang Balikpapan, Rabu (22/7/2026).
Area Manager Communication, Relations & CSR PT PPN Kilang Balikpapan, Dodi Yapsenang mengatakan penguatan kapasitas petugas pemadam kebakaran menjadi bagian penting dalam membangun sistem keselamatan di kawasan strategis nasional yang terus berkembang.
"Keselamatan merupakan prioritas utama yang membutuhkan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan. Melalui refreshment ini, Pertamina Patra Niaga ingin berbagi pengalaman dan kompetensi yang dimiliki dalam penanganan keadaan darurat agar kapasitas personel pemadam kebakaran Otorita IKN semakin kuat," kata Dodi dalam keterangannya.
Menurutnya, kerja sama tersebut diharapkan terus berlanjut guna menciptakan lingkungan kerja yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai potensi risiko kebakaran.
Apresiasi terhadap pelaksanaan pelatihan juga disampaikan Analis Kebijakan Ahli Madya Direktorat Ketenteraman dan Ketertiban Umum Kedeputian Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN, Karlinus Ignasius Manek.
Ia menilai kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat budaya keselamatan kerja sekaligus meningkatkan kemampuan personel.
"Kegiatan ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan kompetensi dan kesiapsiagaan peserta dalam menghadapi kondisi darurat, sekaligus memperkuat budaya keselamatan kerja melalui sinergi yang berkelanjutan antara Otorita IKN dan Pertamina," ujarnya.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi teori dan praktik lapangan. Hari pertama diisi dengan pembekalan mengenai penanggulangan kebakaran, latihan dasar operasional seperti gelar gulung selang, hingga materi penyelamatan.
Sementara pada hari kedua peserta mengikuti simulasi penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan pemadaman kebakaran boiler di Fire Ground Kilang Balikpapan.
Salah seorang peserta, Deny Rahman mengaku pelatihan tersebut memberikan pengalaman berharga karena peserta dapat berlatih menggunakan skenario yang mendekati kondisi sebenarnya di lapangan.
"Pelatihan ini sangat bermanfaat karena tidak hanya mengingatkan kembali dasar-dasar penanggulangan kebakaran, tetapi juga memberikan kesempatan untuk berlatih langsung dengan skenario yang mendekati kondisi di lapangan," tuturnya.


