Reporter: Herdiansyah l Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA - Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim tengah berupaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor perkebunan melalui pelatihan penanganan produk perkebunan bagi kelompok tani di berbagai daerah.
Kegiatan ini juga dibarengi dengan bimbingan teknis (bimtek) guna mengoptimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana pascapanen yang telah diberikan pemerintah.
Kabid Pengelolaan dan Pemasaran Disbun Kaltim, Taufiq Kurrahman, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan petani dalam mengelola hasil perkebunan sekaligus memastikan bantuan alat pascapanen dapat dimanfaatkan secara maksimal.
"Kami melaksanakan pelatihan untuk peningkatan kapasitas SDM dan juga bimbingan teknis terkait penggunaan sarana dan prasarana," jelasnya Taufiq, sapaannya, Rabu (22/7/2026).
Menurut Taufiq, pelaksanaan pelatihan dilatarbelakangi masih ditemukannya sejumlah kelompok tani maupun gabungan kelompok tani penerima bantuan yang belum memahami cara mengoperasikan dan merawat peralatan pascapanen secara benar.
"Sejumlah fasilitas yang telah disalurkan pemerintah belum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas maupun nilai tambah hasil perkebunan," terangnya.
Disbun Kaltim, kata dia, tidak hanya menyalurkan bantuan peralatan, tetapi juga memberikan pendampingan melalui pelatihan teknis agar petani mampu mengoperasikan, merawat, serta mengelola sarana pengolahan hasil perkebunan secara mandiri dan berkelanjutan.
"Salah satu program yang dilaksanakan adalah bimbingan teknis pemanfaatan sarana pengolahan komoditas kopi luwak yang berlokasi di beberapa kecamatan, " tambahnya.
Disbun Kaltim berharap peningkatan kapasitas SDM dan optimalisasi penggunaan sarana pascapanen dapat mendorong produktivitas, meningkatkan kualitas produk perkebunan, serta memperkuat daya saing komoditas unggulan Kaltim di pasar yang lebih luas.


