Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) 2026 dimanfaatkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Balikpapan untuk menegaskan komitmennya memperkuat pelayanan hukum, menjaga integritas dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Balikpapan, Andri Irawan mengatakan peringatan HBA tahun ini digelar secara sederhana. Rangkaian kegiatan diisi dengan mengikuti Zoom bersama Jaksa Agung RI, tausiyah hingga pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur.
Namun, menurutnya, substansi yang disampaikan Jaksa Agung menjadi pengingat penting bagi seluruh insan Adhyaksa agar tetap profesional, berintegritas dan humanis dalam menjalankan tugas penegakan hukum.
"Pak Jaksa Agung mengingatkan agar jaksa harus profesional, berintegritas, dan humanis dalam menegakkan hukum dan keadilan. Momentum Hari Bhakti Adhyaksa ini juga menjadi pengingat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan hukum dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kejaksaan," ucap Andri, Rabu (22/7/2026).
Ia menjelaskan, tidak ada target khusus yang ditetapkan dalam momentum HBA. Namun seluruh jajaran diminta terus memperkuat reformasi birokrasi, penegakan hukum yang berkeadilan, serta memberikan kepastian hukum yang bermanfaat bagi masyarakat.
Selain penanganan perkara, Kejari Balikpapan juga tengah fokus melakukan penguatan kelembagaan melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), transformasi layanan hingga penegakan hukum yang transparan dan berintegritas.
Salah satu capaian yang tengah dikejar adalah pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Kejari Balikpapan menjadi salah satu satuan kerja yang berhasil lolos ke tahap akhir penilaian nasional.
"Dari 46 satuan kerja kejaksaan di Indonesia yang diusulkan mengikuti seleksi akhir WBK, Kalimantan Timur hanya ada dua yang lolos, yakni Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur dan Kejaksaan Negeri Balikpapan," ungkapnya.
Menurut Andri, proses penilaian dilakukan oleh sejumlah instansi pusat, seperti Kementerian PANRB, Ombudsman, hingga Badan Intelijen Negara (BIN).
Penilaian meliputi survei kepuasan masyarakat, integritas antikorupsi, serta berbagai indikator pelayanan publik lainnya.
Di bidang penegakan hukum, Kejari Balikpapan juga terus menyelesaikan sejumlah perkara strategis. Beberapa di antaranya adalah perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), penyelamatan keuangan negara melalui bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) hingga perkara korupsi yang saat ini masih bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Samarinda.
"Saat ini ada empat berkas perkara korupsi terkait Asrama Haji yang sedang disidangkan. Selain itu, kami juga baru melimpahkan perkara dugaan kredit bermasalah di PT PPA ke Pengadilan Tipikor Samarinda dan tinggal menunggu penetapan jadwal sidang," jelasnya.
Meski demikian, Andri menilai peningkatan maupun penurunan jumlah perkara baru dapat dievaluasi pada akhir tahun, karena saat ini masih memasuki pertengahan tahun.
Di sisi lain, ia mengungkapkan adanya tren peningkatan perkara yang melibatkan anak dan perempuan dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Kejari Balikpapan.
Menurutnya, lemahnya pengawasan orang tua serta pengaruh perkembangan teknologi menjadi salah satu faktor yang memicu meningkatnya kasus tersebut.
"Beberapa bulan terakhir kami melihat kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan cenderung meningkat. Orang tua perlu lebih memperhatikan pergaulan anak-anaknya, termasuk penggunaan telepon genggam dan akses terhadap berbagai aplikasi yang berpotensi membawa dampak negatif," katanya.
Andri juga mengingatkan agar keluarga menjadi benteng utama dalam mencegah anak terjerumus pada pergaulan bebas, prostitusi daring, maupun tindak pidana lainnya yang dipicu gaya hidup dan penyalahgunaan teknologi.
Sementara dalam penanganan perkara korupsi, ia memastikan koordinasi antar aparat penegak hukum di Kalimantan Timur (Kaltim) tetap berjalan baik.
"Semua aparat penegak hukum di daerah terus bersinergi. Kami saling mendukung dalam upaya penegakan hukum," ujarnya.
Dengan peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ini, Andri menegaskan seluruh jajaran Kejari Balikpapan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Kami akan terus berupaya menjaga amanah sebagai institusi penegak hukum yang bekerja demi kepentingan bangsa dan negara, serta menuntaskan setiap perkara secara profesional, berkeadilan, dan mengedepankan hati nurani," pungkasnya.


