Pemkot Bontang Bekali 32 Calon Pengantin, Tekankan Pentingnya Ketahanan Keluarga

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Bimbingan Pranikah bagi Calon Pengantin (Bimwin Catin) se-Kota Bontang (Dok:Prokompim Kota Bontang)
Bimbingan Pranikah bagi Calon Pengantin (Bimwin Catin) se-Kota Bontang (Dok:Prokompim Kota Bontang)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pemkot Bontang Bekali 32 Calon Pengantin, Tekankan Pentingnya Ketahanan Keluarga

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Bimbingan Pranikah bagi Calon Pengantin (Bimwin Catin) se-Kota Bontang (Dok:Prokompim Kota Bontang)
Bimbingan Pranikah bagi Calon Pengantin (Bimwin Catin) se-Kota Bontang (Dok:Prokompim Kota Bontang)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pemkot Bontang Bekali 32 Calon Pengantin, Tekankan Pentingnya Ketahanan Keluarga

Bimbingan Pranikah bagi Calon Pengantin (Bimwin Catin) se-Kota Bontang (Dok:Prokompim Kota Bontang)

Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Buniyamin

BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot/ Bontang terus mendorong lahirnya keluarga yang tangguh melalui Bimbingan Pranikah bagi Calon Pengantin atau Bimwin Catin.

Sebanyak 32 calon pengantin mengikuti kegiatan yang digelar di Aula Gedung MUI Kota Bontang, Rabu (22/7/2026).

Kegiatan yang dibuka Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Setda Kota Bontang, Anwar Sadat mewakili Wali Kota Bontang. 

Ia pun menekankan, kesiapan menikah tidak hanya diukur dari aspek ekonomi maupun pelaksanaan resepsi, tetapi juga kesiapan mental, spiritual dan kemampuan membangun kehidupan rumah tangga.

Anwar Sadat mengatakan keluarga merupakan fondasi utama pembangunan masyarakat, sehingga setiap pasangan perlu memiliki bekal pengetahuan sebelum memasuki kehidupan pernikahan.

"Keluarga merupakan madrasah pertama bagi anak-anak. Dari keluarga yang kuat akan lahir generasi yang unggul. Untuk itu, mempersiapkan calon pengantin berarti turut berinvestasi dalam meningkatkan ketahanan keluarga sebagai salah satu pilar pembangunan Kota Bontang," ujarnya.

Ketua Gerakan Keluarga Sakinah (GKS) Kota Bontang, Ustadz Muhammad Amir menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan hari kedua dari rangkaian pembinaan yang dilaksanakan bersama Pemerintah Kota Bontang. 

Dari 50 pasangan yang diundang melalui tiga Kantor Urusan Agama (KUA), sebanyak 32 pasangan hadir mengikuti bimbingan. 

Selain itu, dua pasangan suami istri yang telah menikah, tapi belum memiliki sertifikat bimbingan perkawinan juga turut menjadi peserta.

Menurut Amir, bimbingan pranikah bertujuan membekali calon pengantin agar memiliki pemahaman yang cukup dalam membangun keluarga harmonis, berkualitas, dan tangguh.

Selama kegiatan, peserta mendapatkan materi dari narasumber yang berasal dari Dinas Kesehatan, Kementerian Agama, serta Kantor Urusan Agama. 

Materi yang diberikan meliputi kesehatan reproduksi, komunikasi dalam rumah tangga, hak dan kewajiban suami istri, ketahanan keluarga hingga nilai-nilai keagamaan sebagai landasan kehidupan berkeluarga.

Salah seorang peserta, Ainun (23) mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru setelah mengikuti bimbingan tersebut. 

Ia menyadari membangun rumah tangga membutuhkan persiapan yang jauh lebih luas dibanding sekadar mengurus administrasi dan pelaksanaan pernikahan.

"Saya merasa kegiatan ini sangat bermanfaat. Lebih penting adalah bagaimana membangun komunikasi dengan pasangan, memahami hak dan kewajiban masing-masing, serta menjaga kesehatan dan keharmonisan keluarga," katanya.

Ia berharap program serupa terus dilaksanakan, sehingga seluruh calon pengantin di Kota Bontang memiliki bekal yang cukup sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.