Banner ADV

Air Panas Pemapak Didorong Jadi Destinasi Wisata Berbasis Cerita dan Kesehatan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Wisata Air Panas Asin Pemapak, Kampung Biatan Bapinang, Kecamatan Biatan. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Wisata Air Panas Asin Pemapak, Kampung Biatan Bapinang, Kecamatan Biatan. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Air Panas Pemapak Didorong Jadi Destinasi Wisata Berbasis Cerita dan Kesehatan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Wisata Air Panas Asin Pemapak, Kampung Biatan Bapinang, Kecamatan Biatan. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Wisata Air Panas Asin Pemapak, Kampung Biatan Bapinang, Kecamatan Biatan. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Air Panas Pemapak Didorong Jadi Destinasi Wisata Berbasis Cerita dan Kesehatan

Wisata Air Panas Asin Pemapak, Kampung Biatan Bapinang, Kecamatan Biatan. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin

TANJUNG REDEB – Air Panas Pemapak di Kampung Biatan Bapinang, Kecamatan Biatan, Kabupaten Berau didorong untuk naik kelas dengan mengembangkan konsep wisata yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam. 

Destinasi ini dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata berbasis pengalaman, budaya hingga kesehatan.

Gagasan tersebut mengemuka saat Utusan Presiden Seychelles untuk ASEAN, Nico Barito mengunjungi kawasan Air Panas Pemapak bersama Wakil Bupati Berau, Gamalis.

Dalam kunjungan itu, pengembangan destinasi menjadi salah satu perhatian, khususnya bagaimana menjadikan Air Panas Pemapak memiliki daya tarik yang lebih kuat bagi wisatawan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budi Santosa mengatakan salah satu hal yang perlu diperkuat adalah storytelling atau cerita yang menjadi identitas destinasi. 

Menurutnya, Air Panas Pemapak memiliki berbagai potensi cerita yang dapat digali dan dikemas menjadi bagian dari promosi wisata.

Cerita tersebut dapat berasal dari sejarah keberadaan sumber air panas, kearifan lokal masyarakat, hingga kisah-kisah yang berkembang di tengah masyarakat mengenai pengalaman orang yang memanfaatkan air panas tersebut.

Berbagai cerita itu nantinya dapat dikemas menjadi narasi wisata yang memberikan pengalaman berbeda kepada pengunjung.

“Disuruh mengembangkan dan melengkapi dengan storytelling, story tourism. Itu semua digali dan dirangkum menjadi satu cerita untuk promosi,” jelas Yudha.

Menurutnya, kekuatan cerita tersebut dapat menjadi pembeda Air Panas Pemapak dengan destinasi wisata lainnya. Apalagi cerita yang berkembang di masyarakat cukup beragam, mulai dari sisi sejarah, religi hingga pengalaman terkait kesehatan. Tapi, seluruh narasi tersebut perlu dikemas secara tepat agar menjadi daya tarik wisata tanpa menghilangkan nilai budaya dan kearifan lokal yang ada.

Dengan penguatan cerita, pengalaman wisata, fasilitas menginap dan keterlibatan masyarakat, Air Panas Pemapak diharapkan mampu berkembang menjadi destinasi yang tidak hanya dikunjungi sesaat. 

“Wisatawan nantinya dapat datang untuk menikmati alam, mengenal cerita lokal, merasakan pengalaman budaya, sekaligus menikmati suasana tenang yang menjadi keunggulan kawasan tersebut,” tutupnya. (Adv)