Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BALIKPAPAN - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar melantik 514 Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB se-Indonesia di Alun-alun Fatahillah, Kota Tua, DKI Jakarta, Rabu (22/7/2026) malam.
Dalam momentum tersebut, Muhaimin Iskandar yang disapa Gus Imin menegaskan pelantikan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan konsolidasi nasional untuk memperkuat barisan partai menghadapi berbagai tantangan bangsa.
Secara keseluruhan, DPP PKB menerbitkan Surat Keputusan (SK) bagi 19.675 personel pengurus DPC di seluruh Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, DPP PKB juga melantik jajaran Pimpinan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perempuan Bangsa se-Indonesia.
Di hadapan ribuan kader, Gus Imin menegaskan seluruh pengurus yang baru dilantik harus memiliki orientasi perjuangan untuk kepentingan bangsa, bukan sekadar daerah atau kelompok masing-masing.
"Di tempat ini sengaja kita lakukan pelantikan seluruh jajaran pengurus DPC se-tanah air, se-Nusantara. Agar yang kita perjuangkan bersama bukan sekadar diri kita, bukan sekadar cabang kita, bukan sekadar kabupaten atau kota, bukan sekadar provinsi kita. Yang kita perjuangkan adalah satu kesatuan perjuangan yang bernama Indonesia," kata Muhaimin.
Ia menyebut pelantikan nasional tersebut menjadi simbol komitmen PKB untuk menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
"Bersama satu barisan, disaksikan seluruh jajaran PKB di seluruh tanah air, Insya Allah ini janji dan komitmen kita, PKB akan mengubah Indonesia menjadi lebih baik," tegasnya.
Gus Imin mengatakan kekuatan PKB tidak hanya bertumpu pada kepemimpinan pusat, melainkan pada seluruh kader mulai dari pengurus partai hingga para kepala daerah dan legislator yang berasal dari PKB.
Menurutnya, seluruh kader memikul tanggung jawab besar untuk menjawab harapan masyarakat.
"Di pundak seluruh pengurus dan pejuang PKB, di pundak para anggota DPR, kepala daerah, menteri hingga wakil menteri PKB, rakyat menitipkan harapan untuk mendapatkan jalan keluar bagi hidup mereka," ujarnya.
Dalam pidatonya, Muhaimin juga menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan. Ia menyebut seluruh pengurus baru dipilih melalui proses seleksi yang ketat, termasuk uji kelayakan psikologis.
"Pengurus baru, energi baru. Pengurus baru dipilih dengan berbagai tahapan seleksi yang sungguh-sungguh. Setidaknya telah lulus melalui uji kelayakan psikologis, sehingga dari segi mental dan jiwa memang sudah siap," katanya.
Ia menegaskan proses tersebut menunjukkan PKB tidak asal menunjuk pengurus, tetapi benar-benar menyiapkan kader untuk menjadi pemimpin masa depan.
"PKB bukan hanya Ketua Umum, bukan hanya DPP atau DPC. Seluruh pengurus PKB adalah PKB masa depan dan Indonesia masa depan," ucapnya.
Gus Imin juga mengingatkan seluruh kader agar tetap berpegang pada nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pendiri PKB, termasuk Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Menurutnya, sejak awal PKB didirikan bukan untuk kepentingan individu maupun kelompok tertentu, tetapi untuk mengabdi kepada seluruh rakyat Indonesia.
"PKB lahir dan diabdikan untuk seluruh rakyat Indonesia. Dari NU untuk rakyat Indonesia, dari ulama bukan hanya untuk NU, tetapi untuk seluruh masyarakat bangsa Indonesia," ungkapnya.
Di sisi lain, ia mengakui tantangan yang dihadapi bangsa semakin kompleks akibat dinamika geopolitik global, perkembangan teknologi, hingga perubahan pola kehidupan masyarakat.
Karena itu, PKB harus mampu menghadirkan kader-kader yang kreatif, inovatif, dan memiliki semangat kepemimpinan.
Gus Imin mencontohkan regenerasi kader muda telah berjalan di berbagai daerah, termasuk di Jawa Barat yang sebagian besar pengurus tingkat PAC berusia maksimal 30 hingga 35 tahun.
"Energi muda yang kita siapkan untuk menjadi pemimpin-pemimpin terbaik sesuai dengan konteks zamannya," katanya.
Menutup pidatonya, Muhaimin mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk terus menjaga soliditas organisasi dan merapatkan barisan dalam mengawal perjuangan partai.
"Saya semakin yakin, energi kita akan menjadi solusi bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Mari kita semua kembali rapatkan barisan," pungkasnya.


