SMPN 2 Bontang Perkuat Karakter dan Cinta Budaya Siswa Lewat Jelajah Budaya di Hari Anak Nasional

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Penampilan Siswa SMPN 2 Kota Bontang. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Penampilan Siswa SMPN 2 Kota Bontang. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

SMPN 2 Bontang Perkuat Karakter dan Cinta Budaya Siswa Lewat Jelajah Budaya di Hari Anak Nasional

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Penampilan Siswa SMPN 2 Kota Bontang. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Penampilan Siswa SMPN 2 Kota Bontang. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

SMPN 2 Bontang Perkuat Karakter dan Cinta Budaya Siswa Lewat Jelajah Budaya di Hari Anak Nasional

Penampilan Siswa SMPN 2 Kota Bontang. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Bambang Irawan

BONTANG - SMP Negeri 2 Bontang menjadi pusat peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 melalui kegiatan Jelajah Budaya yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, Kamis (23/7/2026). 

Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai pertunjukan seni budaya yang dibawakan para siswa sebagai upaya menanamkan kecintaan terhadap warisan budaya sejak dini.

Kepala SMPN 2 Bontang, Siti Chusuning Khayah, menyampaikan rasa bangganya karena sekolah yang dipimpinnya dipercaya menjadi tuan rumah agenda yang turut melibatkan Balai Pelestarian Kebudayaan Kalimantan Timur.

"Sebuah kehormatan karena SMPN 2 Bontang ditunjuk menjadi tuan rumah dalam agenda Jelajah Budaya," ujarnya.

Berbagai penampilan seni yang disuguhkan siswa menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan penguatan karakter peserta didik. Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Disdikbud Kota Bontang, Abdu Safa Muha.

Dalam sambutannya, Abdu mengapresiasi kreativitas para siswa dan seluruh warga sekolah yang berhasil menyelenggarakan festival budaya. 

Menurutnya, pendidikan saat ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan literasi dan numerasi, tetapi juga harus mampu membentuk karakter anak melalui pengenalan budaya lokal.

Ia menilai transformasi digital membawa banyak manfaat bagi dunia pendidikan, namun di sisi lain juga menjadi tantangan agar generasi muda tidak kehilangan jati diri. Karena itu, sekolah memiliki peran penting menjaga kelestarian budaya melalui berbagai kegiatan yang melibatkan siswa secara langsung.

Selain menampilkan kekayaan budaya, peringatan Hari Anak Nasional juga dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen perlindungan anak. 

Mewakili Kepala DP3AKB Kota Bontang, Bahtiar Mabe, Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Muda Trully Tisna Milasari mengajak seluruh siswa agar tidak takut menyampaikan apabila mengalami atau mengetahui tindakan yang mengarah pada perundungan maupun kekerasan.

"Jika merasa di sekolah maupun di lingkungan, kalian harus berani speak up karena ada guru, maupun kami dari DP3AKB. Kalian tidak sendiri," tegasnya.

Melalui Jelajah Budaya, Disdikbud Kota Bontang berharap sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang yang aman, ramah anak, sekaligus mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan tetap mencintai budaya bangsa di tengah perkembangan zaman.