Reporter : Nur Hidayah | Editor : Bambang Irawan
TANJUNG REDEB – Pengembangan objek wisata Air Panas Asin Pemapak di Kampung Biatan Bapinang, Kecamatan Biatan, Kabupaten Berau, tidak hanya diarahkan pada penguatan daya tarik wisata, tetapi juga peningkatan fasilitas penunjang bagi pengunjung.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budi Santosa, mengatakan salah satu fasilitas yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan tempat menginap untuk wisatawan.
Keberadaan akomodasi dinilai penting agar wisatawan dapat menikmati suasana Air Panas Pemapak lebih lama dan tidak hanya datang pada waktu-waktu tertentu, seperti musim liburan.
Menurutnya, suasana alam di sekitar Air Panas Pemapak yang tenang menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik tersendiri. Dengan tersedianya tempat menginap, kawasan tersebut berpeluang dikembangkan menjadi destinasi yang menawarkan pengalaman wisata lebih panjang bagi pengunjung.
“Kalau infrastrukturnya, disarankan kalau bisa ada semacam pemondokan atau penginapan. Jadi malam hari pun bisa dibuka untuk pengunjung tertentu yang ingin beristirahat. Apalagi suasananya memang membutuhkan ketenangan,” ujar Yudha.
Namun, Yudha menegaskan pembangunan akomodasi tidak harus langsung dilakukan dalam skala besar. Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan wisata dapat mengambil peluang dengan mengubah sebagian rumah mereka menjadi homestay yang memenuhi standar kenyamanan dan pelayanan bagi wisatawan.
Konsep homestay tersebut dinilai memiliki manfaat ganda. Selain mendukung kebutuhan akomodasi wisatawan, pengembangannya juga dapat membuka sumber pendapatan baru bagi masyarakat lokal sekaligus mendorong keterlibatan warga dalam pengelolaan destinasi wisata.
Disbudpar Berau juga membuka peluang keterlibatan pihak ketiga maupun pelaku usaha yang berminat berinvestasi dalam pengembangan fasilitas akomodasi di kawasan Air Panas Pemapak. Pemerintah daerah, kata Yudha, siap menyambut peluang kolaborasi tersebut selama tetap memperhatikan konsep pengembangan kawasan wisata.
“Kalau ada pihak ketiga yang ingin membangun pemondokan, kami menyambut. Tetapi paling tidak, untuk tahap awal bisa dikembangkan homestay dari rumah-rumah masyarakat sekitar dengan kamar yang memenuhi standar,” pungkasnya. (Adv)



