Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA - Ramainya pernyataan yang menyebut Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di Jembatan Achmad Amins padam karena Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tidak mampu membayar listrik akhirnya mendapat tanggapan langsung dari Wali Kota Samarinda, Andi Harun.
Ia menegaskan, penyebab padamnya LPJU bukan karena persoalan anggaran operasional, melainkan akibat pencurian kabel.
Sebelumnya, potongan video Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas'ud saat meninjau Jembatan Mahulu pada 21 Juli 2026 ramai beredar di media sosial. Dalam video tersebut, gubernur menyebut penerangan di Jembatan Achmad Amins padam karena Pemkot Samarinda tidak mampu membayar.
Andi Harun pun membantah anggapan bahwa padamnya LPJU di Jembatan Achmad Amins selama ini disebabkan ketidakmampuan Pemkot membayar tagihan listrik.
Menurutnya, jaringan penerangan di kawasan tersebut tidak berfungsi karena kabel instalasinya dicuri. Saat ini, pemerintah tengah menyiapkan proses pengadaan untuk mengganti kabel yang hilang.
"Itu bukan karena kita tidak mampu bayar, itu kabelnya dicuri, bos," tegas Andi Harun, Kamis (23/7/2026).
Ia mengatakan para pelaku pencurian telah berhasil diamankan aparat kepolisian. Dinas Perhubungan mencatat setidaknya sebanyak dua kali kabel di Jembatan Achmad Amins dicuri. Kasus serupa juga sempat terjadi di Jalan Pahlawan.
"Maling itu pintar berkamuflase, kadang pakai seragam seperti PLN atau IndiHome. Orang lihat seolah-olah petugas resmi, ternyata mereka maling," kata Andi Harun.
Ia turut mengapresiasi jajaran Polresta Samarinda yang telah menangkap pelaku pencurian kabel di Jembatan Achmad Amins maupun di Jalan Pahlawan. Namun demikian, meski pelaku telah ditangkap, kabel yang dicuri sudah sempat dijual sehingga pemerintah tetap harus melakukan pengadaan baru.
Ia menjelaskan, penggantian kabel tidak dapat dilakukan secara langsung karena harus melalui mekanisme penganggaran APBD.
"Kalau dicuri tidak bisa langsung diganti. Harus menunggu APBD, persetujuan DPRD, TAPD, dan proses pengadaan," jelasnya.
Karena itu, ia meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang menyebut Pemkot Samarinda tidak mampu membayar listrik penerangan jalan.
Andi Harun juga mengaku prihatin apabila informasi tersebut menimbulkan kesan negatif terhadap kinerja Pemkot Samarinda.
"Kasihan aparat saya, pegawai saya. Masa bayar lampu saja tidak mampu?" ujarnya.
Meski demikian, ia menyambut baik apabila Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur ingin memberikan dukungan anggaran bagi pembangunan di Samarinda.
"Kalau Pak Gubernur bilang Samarinda butuh anggaran, ada utang dan mau dibantu, dengan senang hati. Ayo Pak Gubernur bantu. Saya tunggu bantuan keuangan yang lebih besar lagi untuk Samarinda," ucapnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu sebelumnya juga menyampaikan bahwa Pemkot telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp900 juta untuk menghidupkan kembali LPJU di kawasan Jembatan Achmad Amins melalui proses pengadaan kabel dan perbaikan instalasi.


