Reporter: Adi Kade | Editor: Bambang Irawan
PENAJAM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) menyiapkan opsi pendistribusian air bersih menggunakan mobil tangki untuk menghadapi potensi terjadinya bencana kekeringan akibat kemarau.
Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar mengatakan, penyediaan mobil tangki untuk pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih akibat kemarau.
“Pemerintah daerah telah menyiapkan beberapa opsi untuk menghadapi risiko bencana kekeringan akibat kemarau. Salah satunya pendistribusian air bersih menggunakan mobil tangki. Langkah ini penting disiapkan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi apabila terjadi kekeringan atau krisis air bersih,” kata Tohar, Kamis (23/7/2026).
Tohar mengungkapkan, pemerintah daerah dapat memanfaatkan pendistribusian air bersih menggunakan mobil tangki milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka (AMDT) PPU, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) dan mobil tangki milik Brigade Pengendalian Kebakaran Lahan dan Kebun (Karlabun) Dinas Pertanian (Distan) PPU.
“Jadi, langkah ini perlu diselaraskan antar instansi dalam penyediaan air bersih apabila terjadi kekeringan,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Nurlaila mengatakan, beberapa hari terakhir ini, wilayah PPU diguyur hujan. Namun, pemerintah daerah tidak boleh lengah dalam mengantisipasi potensi kekeringan. Karena, BMKG memperkirakan puncak kemarau akan terjadi pada Agustus 2026.
“Hujan turun di beberapa hari terakhir ini, tetapi langkah antisipasi tetap harus disiapkan dalam menghadapi puncak kemarau. Jadi, tetap harus dipastikan seluruh sumber daya siap digunakan apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat,” pungkasnya.


