Pemkab PPU Siapkan Mobil Tangki Distribusi Air Bersih untuk Hadapi Risiko Kekeringan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Mobil pemadam kebakaran milik DPKP PPU disiapkan untuk distribusi air bersih apabila terjadi kekeringan akibat kemarau. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)
Mobil pemadam kebakaran milik DPKP PPU disiapkan untuk distribusi air bersih apabila terjadi kekeringan akibat kemarau. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pemkab PPU Siapkan Mobil Tangki Distribusi Air Bersih untuk Hadapi Risiko Kekeringan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Mobil pemadam kebakaran milik DPKP PPU disiapkan untuk distribusi air bersih apabila terjadi kekeringan akibat kemarau. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)
Mobil pemadam kebakaran milik DPKP PPU disiapkan untuk distribusi air bersih apabila terjadi kekeringan akibat kemarau. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pemkab PPU Siapkan Mobil Tangki Distribusi Air Bersih untuk Hadapi Risiko Kekeringan 

Mobil pemadam kebakaran milik DPKP PPU disiapkan untuk distribusi air bersih apabila terjadi kekeringan akibat kemarau. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Reporter: Adi Kade | Editor: Bambang Irawan 

PENAJAM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) menyiapkan opsi pendistribusian air bersih menggunakan mobil tangki untuk menghadapi potensi terjadinya bencana kekeringan akibat kemarau. 

Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar mengatakan, penyediaan mobil tangki untuk pendistribusian air bersih kepada masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih akibat kemarau. 

“Pemerintah daerah telah menyiapkan beberapa opsi untuk menghadapi risiko bencana kekeringan akibat kemarau. Salah satunya pendistribusian air bersih menggunakan mobil tangki. Langkah ini penting disiapkan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi apabila terjadi kekeringan atau krisis air bersih,” kata Tohar, Kamis (23/7/2026). 

Tohar mengungkapkan, pemerintah daerah dapat memanfaatkan pendistribusian air bersih menggunakan mobil tangki milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka (AMDT) PPU, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) dan mobil tangki milik Brigade Pengendalian Kebakaran Lahan dan Kebun (Karlabun) Dinas Pertanian (Distan) PPU. 

“Jadi, langkah ini perlu diselaraskan antar instansi dalam penyediaan air bersih apabila terjadi kekeringan,” terangnya. 

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Nurlaila mengatakan, beberapa hari terakhir ini, wilayah PPU diguyur hujan. Namun, pemerintah daerah tidak boleh lengah dalam mengantisipasi potensi kekeringan. Karena, BMKG memperkirakan puncak kemarau akan terjadi pada Agustus 2026. 

“Hujan turun di beberapa hari terakhir ini, tetapi langkah antisipasi tetap harus disiapkan dalam menghadapi puncak kemarau. Jadi, tetap harus dipastikan seluruh sumber daya siap digunakan apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat,” pungkasnya.