Banner ADV

BUMK Long Lanuk Buktikan Produk Kampung Punya Potensi Tembus Pasar Lebih Luas

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Produk kerajinan hasil kreativitas masyarakat Kampung Long Lanuk ditampilkan dalam rangkaian Harganas 2026 di Kabupaten Berau. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Produk kerajinan hasil kreativitas masyarakat Kampung Long Lanuk ditampilkan dalam rangkaian Harganas 2026 di Kabupaten Berau. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

BUMK Long Lanuk Buktikan Produk Kampung Punya Potensi Tembus Pasar Lebih Luas

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Produk kerajinan hasil kreativitas masyarakat Kampung Long Lanuk ditampilkan dalam rangkaian Harganas 2026 di Kabupaten Berau. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Produk kerajinan hasil kreativitas masyarakat Kampung Long Lanuk ditampilkan dalam rangkaian Harganas 2026 di Kabupaten Berau. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

BUMK Long Lanuk Buktikan Produk Kampung Punya Potensi Tembus Pasar Lebih Luas

Produk kerajinan hasil kreativitas masyarakat Kampung Long Lanuk ditampilkan dalam rangkaian Harganas 2026 di Kabupaten Berau. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Long Lanuk menunjukkan perannya dalam mengembangkan potensi ekonomi masyarakat melalui produk kerajinan berbahan manik-manik. 

Produk hasil kreativitas masyarakat tersebut turut ditampilkan dalam rangkaian Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 di Kabupaten Berau.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Tenteram Rahayu, mengatakan keberadaan BUMK diharapkan tidak hanya menjadi lembaga pengelola usaha kampung, tetapi juga mampu menjadi wadah untuk mengembangkan dan memasarkan produk yang dihasilkan masyarakat.

Menurutnya, produk kerajinan dari Kampung Long Lanuk yang ditampilkan pada Harganas menjadi salah satu contoh bagaimana BUMK dapat mengambil peran dalam mengangkat potensi lokal. Beragam kerajinan seperti tas, gelang, kalung dan aksesori berbahan manik-manik memiliki nilai ekonomi sekaligus membawa ciri khas budaya masyarakat setempat.

“Ini salah satu contoh peran BUMK dalam mengembangkan potensi yang ada di kampung. Produk masyarakat bisa dikumpulkan, dikembangkan dan dipromosikan sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi,” ujarnya.

Tenteram menilai, momentum Harganas menjadi kesempatan bagi BUMK Long Lanuk untuk memperkenalkan produk unggulannya kepada masyarakat yang lebih luas. Promosi melalui berbagai kegiatan dan pameran dinilai penting untuk membuka peluang pasar baru bagi produk kerajinan masyarakat kampung.

Ia berharap BUMK dapat terus berinovasi dan tidak hanya berorientasi pada pengelolaan usaha, tetapi juga mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang melibatkan masyarakat. Dengan demikian, keberadaan BUMK benar-benar dapat memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kampung.

“Harapannya BUMK bisa semakin berkembang dan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Produk-produk lokal seperti ini harus terus didorong agar bisa dikenal lebih luas dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” katanya.

DPMK Berau pun mendorong setiap kampung untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki melalui BUMK. Produk kerajinan Kampung Long Lanuk yang tampil di Harganas menjadi salah satu gambaran bahwa BUMK dapat mengambil peran strategis dalam mengembangkan usaha berbasis potensi dan kreativitas masyarakat. (Adv)