Pasokan Air Baku Perumda AMDT PPU Turun Drastis Akibat Kemarau

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pasokan Air Baku Perumda AMDT PPU Turun Drastis Akibat Kemarau

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Pasokan Air Baku Perumda AMDT PPU Turun Drastis Akibat Kemarau

Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com).

Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin 

PENAJAM - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka (AMDT) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tengah mewaspadai menurunnya pasokan air baku akibat kemarau. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak kemarau berlangsung mulai pertengahan Agustus hingga November 2026.

Hal tersebut tengah diantisipasi pemerintah daerah bersama Perumda AMDT. Sebab sebulan terakhir ini, pasokan air baku telah mengalami penurunan yang cukup drastis sehingga berdampak besar terhadap distribusi air bersih kepada masyarakat. 

Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid mengatakan pihaknya mengelola enam unit Water Treatment Plant (WTP) yakni WTP Lawe-Lawe, WTP Waru, WTP Babulu, WTP Sotek, WTP Maridan dan WTP Sepaku. 

Tiga WTP diantaranya telah mengalami penurunan debit air baku yang cukup drastis yakni WTP Lawe-Lawe, Sotek dan Babulu. 

Bahkan untuk produksi air bersih WTP Lawe-Lawe telah mengalami penurunan hingga 80 persen. 

“Pasokan air bersih wilayah Penajam (WTP Lawe-Lawe) mengalami penurunan hingga 80 persen, sehingga ada beberapa wilayah pendistribusian air bersih dilakukan secara bergilir,” katanya, Kamis (23/7/2026). 

Abdul Rasyid mengungkapkan, pasokan air baku di aliran Sungai Lawe-Lawe telah mengalami peningkatan setelah turun hujan beberapa hari terakhir ini. Tapi, kenaikan debit air tidak terlalu signifikan atau hanya naik menjadi 40 centimeter (Cm). 

“Sebelum turun hujan, ketinggian air baku kita di Lawe-Lawe hanya 20 centimeter,” ujarnya. 

Kondisi krisis air baku juga dialami WTP Babulu dan Sotek, Perumda AMDT bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tengah melakukan pemetaan kolam retensi yang akan dijadikan pasokan air baku alternatif. 

“Kalau WTP Waru masih aman, karena Embung Waru yang menjadi sumber air baku masih memiliki cadangan air yang cukup banyak. Kedalamannya ada sekitar sembilan meter dan luas 20 Hektare,” pungkasnya.