Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BALIKPAPAN - Keselamatan penerbangan ternyata dapat ditanamkan sejak usia dini. Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026, PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan mengajak puluhan siswa sekolah dasar mengenal dunia kebandarudaraan sekaligus mengedukasi bahaya bermain layang-layang, drone, dan laser di sekitar kawasan bandara.
Kegiatan tersebut dikemas melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk InJourney Airports Community Care: Airports Kids EduCare dengan mengusung tema "Wujudkan Mimpi, Lestarikan Indonesia".
Program ini tidak hanya memberikan bantuan pendidikan, tetapi juga membangun kesadaran anak-anak terhadap pentingnya menjaga keselamatan penerbangan.
Di Balikpapan, program diwujudkan melalui penyaluran 60 paket perlengkapan sekolah kepada siswa SDN 007 Balikpapan Selatan.
Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp19.980.000, dengan setiap paket berisi tas sekolah, buku tulis, dan alat tulis lengkap.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, R Iwan Winaya Mahdar mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yang tinggal di sekitar wilayah operasional bandara.
"Melalui program InJourney Airports Community Care ini, Bandara SAMS Sepinggan hadir secara nyata dalam mendukung sektor pendidikan, khususnya bagi anak-anak yang berada di sekitar lingkungan operasional bandara kami," ucap Iwan dalam keterangan resminya, Jumat (24/7/2026).
Ia berharap bantuan perlengkapan sekolah dapat menjadi penyemangat bagi para siswa untuk terus belajar dan meraih cita-cita.
"Bantuan perlengkapan sekolah ini diharapkan dapat menambah motivasi dan semangat belajar para siswa SDN 007 Balikpapan Selatan untuk terus meraih cita-cita mereka. Investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalah melalui peningkatan kualitas pendidikan anak sejak dini," katanya.
Tak hanya menerima bantuan, para siswa juga diajak mengenal lebih dekat aktivitas di bandara. Tim Safety Bandara SAMS Sepinggan memberikan sosialisasi mengenai larangan dan bahaya menerbangkan layang-layang, drone, maupun penggunaan sinar laser di sekitar kawasan bandara karena dapat mengganggu keselamatan operasional penerbangan.
Anak-anak juga diperkenalkan dengan berbagai profesi yang bertugas di bandara, mulai dari petugas operasional hingga personel keselamatan. Mereka kemudian mengikuti edutour ke area keberangkatan dan kedatangan untuk melihat secara langsung proses pelayanan penumpang di bandara.
Rangkaian peringatan Hari Anak Nasional turut dilanjutkan dengan penyaluran bantuan kepada empat Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA).
Sebanyak 110 paket bantuan diserahkan sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan pendidikan anak-anak di lembaga tersebut.
Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah operasional, PT Angkasa Pura Indonesia menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menghadirkan layanan transportasi udara yang andal, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat melalui program pendidikan, sosial, dan peningkatan kesadaran akan pentingnya keselamatan penerbangan sejak usia dini.


