Banner ADV

Kemasan Menarik Jadi Kunci Produk UMKM Berau Naik Kelas

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Tampilan produk UMKM Berau dengan kemasan yang menarik dan beragam. (Foto: Nur Hidayah/ Pusaranmedia.com)
Tampilan produk UMKM Berau dengan kemasan yang menarik dan beragam. (Foto: Nur Hidayah/ Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Kemasan Menarik Jadi Kunci Produk UMKM Berau Naik Kelas

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Tampilan produk UMKM Berau dengan kemasan yang menarik dan beragam. (Foto: Nur Hidayah/ Pusaranmedia.com)
Tampilan produk UMKM Berau dengan kemasan yang menarik dan beragam. (Foto: Nur Hidayah/ Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Kemasan Menarik Jadi Kunci Produk UMKM Berau Naik Kelas 

Tampilan produk UMKM Berau dengan kemasan yang menarik dan beragam. (Foto: Nur Hidayah/ Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Deretan produk olahan khas Berau yang ditampilkan dalam Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) di Kabupaten Berau menunjukkan geliat pelaku UMKM dan IKM dalam mengembangkan usaha berbasis potensi daerah. 

Produk UMKM mulai dari abon ikan, keripik, kue kering hingga berbagai pangan olahan lainnya, terus didorong agar tak sekadar menjadi konsumsi masyarakat setempat, tetapi mampu naik kelas menjadi buah tangan khas bagi wisatawan.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, Eva Yunita, mengatakan pengembangan UMKM menjadi bagian penting dalam memperkuat sektor pariwisata sekaligus mendorong peningkatan perekonomian daerah.

Menurutnya, keberadaan produk lokal memiliki keterkaitan erat dengan perkembangan destinasi wisata. Semakin banyak wisatawan yang datang ke Berau, semakin besar pula peluang produk UMKM untuk dikenal dan dipasarkan lebih luas.

“Pemerintah Kabupaten Berau telah menetapkan sektor pariwisata dan UMKM sebagai sektor yang diharapkan dapat menyumbang bagi pendapatan daerah,” ucapnya.

Karena itu, Diskoperindag terus melakukan penguatan UMKM dan IKM melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha, pendampingan, fasilitasi legalitas usaha, hingga dukungan pemasaran dan akses pembiayaan.

Eva menilai, tantangan pelaku UMKM saat ini bukan hanya bagaimana menghasilkan produk yang enak dan berkualitas, tetapi juga bagaimana membuat produk tersebut memiliki daya tarik sejak pertama kali dilihat. Kemasan, desain, serta identitas merek menjadi bagian penting untuk membangun kesan profesional dan meningkatkan nilai jual.

Pelatihan desain kemasan dan penguatan branding terus didorong. Produk yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan sekitar diharapkan dapat memiliki tampilan yang lebih menarik sehingga mampu menembus pasar yang lebih luas.

“Branding yang baik tentu akan membuat produk UMKM lokal layak menjadi pilihan oleh-oleh bagi wisatawan, baik wisatawan nasional maupun mancanegara,” katanya.

Eva berharap, pengalaman wisatawan di Berau dapat diperpanjang melalui produk lokal yang mereka bawa pulang. Dengan begitu, setiap oleh-oleh yang dibeli tidak hanya memberikan keuntungan bagi pelaku UMKM, tetapi juga menjadi media promosi yang memperkenalkan identitas Berau ke daerah lain, bahkan ke mancanegara.

“Harapan kita, produk UMKM Berau dapat menjadi oleh-oleh yang pantas dibawa pulang dan diberikan kepada keluarga maupun kolega di daerah asal mereka,” jelasnya.

Ke depan, penguatan kualitas produk, kemasan, legalitas, hingga pemasaran menjadi langkah yang terus dilakukan agar UMKM Berau semakin siap menangkap peluang dari sektor pariwisata. Produk lokal pun diharapkan tidak lagi sekadar menjadi pelengkap destinasi, tetapi menjadi bagian dari pengalaman wisata yang meninggalkan kesan bagi setiap pengunjung. (Adv)