CIMB Niaga Bidik Peluang Ekonomi Penyangga IKN, Perkuat Layanan dan Pembiayaan di Kaltim

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Presiden Direktur dan CEO CIMB Niaga, Lani Darmawan (tengah) bersama jajaran saat media breakfast di Balikpapan, Jumat (24/7/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Presiden Direktur dan CEO CIMB Niaga, Lani Darmawan (tengah) bersama jajaran saat media breakfast di Balikpapan, Jumat (24/7/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

CIMB Niaga Bidik Peluang Ekonomi Penyangga IKN, Perkuat Layanan dan Pembiayaan di Kaltim

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Presiden Direktur dan CEO CIMB Niaga, Lani Darmawan (tengah) bersama jajaran saat media breakfast di Balikpapan, Jumat (24/7/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Presiden Direktur dan CEO CIMB Niaga, Lani Darmawan (tengah) bersama jajaran saat media breakfast di Balikpapan, Jumat (24/7/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

CIMB Niaga Bidik Peluang Ekonomi Penyangga IKN, Perkuat Layanan dan Pembiayaan di Kaltim

Presiden Direktur dan CEO CIMB Niaga, Lani Darmawan (tengah) bersama jajaran saat media breakfast di Balikpapan, Jumat (24/7/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan

BALIKPAPAN - Pesatnya pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur (Kaltim), terutama di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi peluang baru bagi industri perbankan. 

Melihat potensi tersebut, PT Bank CIMB Niaga Tbk memperkuat layanan perbankan digital, jaringan kantor, hingga pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk menangkap geliat investasi di wilayah tersebut.

Presiden Direktur dan CEO CIMB Niaga, Lani Darmawan mengatakan Kaltim kini menjadi salah satu kawasan strategis yang terus melahirkan peluang ekonomi baru seiring meningkatnya aktivitas investasi, perdagangan, dan pembangunan.

"Bagi CIMB Niaga, Kalimantan Timur bukan hanya wilayah dengan potensi pertumbuhan yang besar, namun juga kawasan strategis tempat berbagai peluang ekonomi baru bermunculan. Karena itu, kami terus menghadirkan solusi perbankan yang lengkap dan relevan untuk mendukung kebutuhan finansial seluruh segmen nasabah," ucap Lani saat Media Breakfast bersama CIMB Niaga di Balikpapan, Jumat (24/7/2026).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Kaltim pada 2025 tumbuh 4,53 persen dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp889,07 triliun. 

Kondisi tersebut dinilai mendorong meningkatnya kebutuhan layanan keuangan yang cepat, terintegrasi, dan berbasis digital.

Untuk menjawab kebutuhan itu, CIMB Niaga mengoptimalkan layanan melalui enam kantor cabang konvensional, satu kantor cabang Syariah, serta jaringan ATM dan CRM yang tersebar di berbagai wilayah Kaltim. 

Perseroan juga mengandalkan layanan digital seperti OCTO, OCTOBIZ, OCTO Merchant, hingga CNAF Mobile guna mempermudah transaksi, pembiayaan, investasi, dan layanan bagi pelaku usaha.

Lani mengatakan, meningkatnya aktivitas ekonomi di Balikpapan dan Samarinda sebagai kawasan penyangga IKN turut membuka kebutuhan baru terhadap layanan pembiayaan dan perbankan yang lebih fleksibel.

"Kami ingin menjadi mitra yang dapat diandalkan oleh masyarakat dan pelaku usaha dalam menangkap peluang pertumbuhan yang hadir di Kalimantan Timur. Melalui layanan konvensional dan Syariah, serta dukungan kapabilitas digital yang kuat, CIMB Niaga siap mendukung perkembangan ekosistem ekonomi daerah secara berkelanjutan," katanya.

Penguatan layanan tersebut sejalan dengan kinerja positif yang dibukukan perseroan pada kuartal pertama 2026. CIMB Niaga mencatat laba sebelum pajak konsolidasi (unaudited) sebesar Rp2,3 triliun.

Total kredit dan pembiayaan tumbuh 2,2 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp235,1 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat menjadi Rp260,1 triliun. 

Pertumbuhan itu ditopang dana murah (CASA) yang naik 12,2 persen menjadi Rp192,3 triliun, sehingga rasio CASA mencapai 73,9 persen, tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Hingga 31 Maret 2026, total aset konsolidasian CIMB Niaga tercatat mencapai Rp368,2 triliun. 

Perseroan juga mempertahankan posisi sebagai Unit Usaha Syariah (UUS) terbesar di Indonesia dengan total pembiayaan Rp52,9 triliun dan DPK Rp45 triliun.

Di sisi digital, sebanyak 90,6 persen transaksi keuangan nasabah kini dilakukan melalui kanal branchless banking seperti OCTO, OCTOBIZ, ATM, dan OCTO Pay. Bahkan, transaksi melalui aplikasi OCTO meningkat 29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, menunjukkan semakin tingginya adopsi layanan digital oleh masyarakat.

Selain memperkuat bisnis, CIMB Niaga juga terus mengembangkan pembiayaan berkelanjutan. Hingga Maret 2026, pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp60,2 triliun atau hampir 26 persen dari total outstanding pembiayaan, termasuk dukungan kepada sektor energi terbarukan dan pembiayaan UMKM sebesar Rp25,7 triliun.

Perseroan juga melanjutkan program pemberdayaan UMKM melalui Community Link #JadiBerkelanjutan. Sejak 2022, program tersebut telah memberikan pelatihan kepada 979 pelaku UMKM di kawasan Indonesia Timur, termasuk Balikpapan dan Samarinda, serta membuka akses permodalan bagi sekitar 150 UMKM.

Melalui penguatan layanan, digitalisasi, dan pembiayaan sektor produktif, CIMB Niaga menargetkan dapat menjadi mitra strategis masyarakat dan dunia usaha di Kaltim yang kini berkembang sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional.