Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Bambang Irawan
BONTANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya pemberantasan narkotika dengan menyiapkan hibah sekitar Rp250 juta untuk Badan Narkotika Nasional (BNN) Bontang.
Dukungan tersebut menjadi salah satu hasil pembahasan dalam kegiatan Coffee Morning bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang digelar di Rumah Makan Nusantara, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana santai itu menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi antarinstansi dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Kota Bontang.
Kepala BNN Kota Bontang, Lulyana Ramdani mengatakan Coffee Morning tersebut merupakan tindak lanjut arahan BNN RI dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.
Menurutnya, forum tersebut menjadi momentum untuk menyamakan persepsi seluruh unsur pimpinan daerah agar memiliki langkah yang sejalan dalam memerangi narkoba. "Kami ingin memastikan semua unsur pimpinan daerah memiliki visi dan misi sama dalam menangani persoalan narkotika, khususnya di Bontang," ujar Lulyana.
Ia menegaskan, pemberantasan narkotika tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, instansi terkait, hingga masyarakat agar upaya pencegahan dan penindakan dapat berjalan maksimal.
"Untuk perang terhadap narkoba kita harus bersatu. Semua pihak dan lembaga harus dilibatkan," tegasnya.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bontang, Deddy Haryanto menyebut sinergi lintas sektor merupakan faktor penting dalam menyukseskan Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Ia mengatakan Pemkot Bontang telah merencanakan pemberian hibah sekitar Rp250 juta kepada BNN Bontang. Anggaran tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung operasional lembaga, termasuk pengadaan alat tes urine serta pelaksanaan berbagai program pencegahan penyalahgunaan narkoba.
"Sinergi antar lembaga sangat penting. Dengan komunikasi yang baik, program P4GN bisa berjalan lebih efektif dan tepat sasaran," kata Deddy.
Menurutnya, dukungan anggaran tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memperkuat upaya pencegahan sejak dini, sekaligus mendukung kinerja BNN dalam menjaga Kota Bontang dari ancaman narkotika.
"Harapan kami, Bontang bisa menjadi daerah yang lebih aman dari ancaman narkoba. Ini tanggung jawab bersama dan kami akan terus bersinergi dengan seluruh jajaran Forkopimda," pungkasnya.


