Ketua DPRD Samarinda Imbau Pencari Kerja Tak Hanya Sekedar Andalkan Ijazah Tapi juga Harus Miliki Keterampilan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Ketua DPRD Samarinda Imbau Pencari Kerja Tak Hanya Sekedar Andalkan Ijazah Tapi juga Harus Miliki Keterampilan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Ketua DPRD Samarinda Imbau Pencari Kerja Tak Hanya Sekedar Andalkan Ijazah Tapi juga Harus Miliki Keterampilan

Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA – Kesempatan kerja di Kota Samarinda masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat. Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), sekitar 25 ribu warga usia produktif di kota ini masih belum bekerja. 

Di sisi lain, setiap tahun ribuan lulusan SMA, SMK, hingga perguruan tinggi kembali memasuki pasar kerja sehingga persaingan mendapatkan pekerjaan semakin ketat.

Kondisi tersebut dinilai perlu diimbangi dengan peningkatan kompetensi tenaga kerja. Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda dan para pencari kerja, agar tidak hanya mengandalkan ijazah saat mencari pekerjaan.

"Kita minta kepada warga dan generasi muda minimal punya satu keahlian yang mendukung. Ketika perusahaan membutuhkan tenaga kerja, mereka tidak tereliminasi," ungkap Helmi.

Ia menilai penyelenggaraan job fair yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tiap tahun merupakan langkah positif untuk mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha. 

Berdasarkan data yang diterimanya, pada pelaksanaan job fair terakhir tersedia sekitar 764 lowongan kerja, sementara jumlah pelamar mencapai lebih dari 2.000 orang.

"Ini juga sejalan dengan program wali kota untuk mengentaskan pengangguran dan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat," katanya.

Helmi mengatakan, DPRD Kota Samarinda akan mendukung keberlanjutan program tersebut, termasuk melalui pembahasan APBD Perubahan 2026 maupun APBD Tahun Anggaran 2027. 

Menurutnya, job fair perlu dilaksanakan secara berkala agar masyarakat memiliki lebih banyak kesempatan untuk bertemu langsung dengan perusahaan yang membuka lowongan.

"Mungkin enam bulan sekali atau minimal setahun sekali, sehingga pencari kerja tetap memiliki harapan untuk mendapatkan pekerjaan," ucapnya.

Selain memperbanyak akses terhadap lowongan kerja, Helmi juga mendorong pemerintah terus memperkuat balai pelatihan kerja dan lembaga pengembangan keterampilan. Menurutnya, pembekalan kompetensi akan meningkatkan daya saing masyarakat, baik untuk memasuki dunia kerja maupun membuka usaha secara mandiri.