Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - Kawasan pesisir di belakang Pasar Klandasan yang sebelumnya direncanakan menjadi area view pantai atau sebagai bagian dari penataan kawasan, justru muncul pekerjaan bangunan berbahan kayu yang memicu tanda tanya publik.
Hingga kini belum diketahui tujuan pembangunan maupun pihak yang mengerjakan bangunan tersebut.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan, Haemusri Umar mengaku belum mengetahui aktivitas pembangunan tersebut.
Setelah menerima foto yang dikirim melalui WhatsApp, ia memastikan lokasi bangunan berada di luar kawasan yang menjadi kewenangan Disdag.
"Maaf mas, ini di luar kewenangan Disdag karena di luar kawasan pasar. Coba ditanyakan ke aset dan perizinan," ucap Haemusri, Senin (27/7/2026).
Letak bangunan kayu itu berada di kawasan Pasar Klandasan, pada bagian atas terdapat lapak kuliner atau Soto Makassar. Lokasi sekitarnya juga terdapat bangunan yang telah direvitalisasi.
Di sisi lain, ia menjelaskan proses revitalisasi Pasar Klandasan masih menjadi program pemerintah yang dilaksanakan secara bertahap.
Namun, kelanjutan pembangunan sangat bergantung pada kemampuan keuangan daerah.
Menurut Haemusri, tahap berikutnya yang menjadi prioritas adalah pembangunan pasar buah dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp12 miliar.
Setelah itu, pemerintah berencana melanjutkan penataan kawasan bekas kebakaran yang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp50 miliar.
Selain dua proyek tersebut, Disdag juga merencanakan pembangunan area parkir untuk mengatasi keterbatasan lahan parkir di Pasar Klandasan.
"Prioritas kami adalah pasar buah, kemudian kawasan eks kebakaran, termasuk penataan parkir. Tapi semuanya menyesuaikan kemampuan keuangan daerah," katanya.
Haemusri menambahkan, selama anggaran belum tersedia, belum ada aktivitas pembangunan fisik lanjutan di Pasar Klandasan.
Saat ini, Disdag hanya melakukan pekerjaan pemeliharaan pada fasilitas yang sudah ada.
Seperti diketahui, program revitalisasi Pasar Klandasan telah berjalan secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir.
Sejumlah bangunan utama, yakni Blok A, Blok B, Blok C, dan Blok D, telah selesai direvitalisasi dan kini dimanfaatkan oleh para pedagang.
Meski demikian, revitalisasi pasar belum sepenuhnya rampung. Masih ada beberapa pekerjaan yang tertunda, meliputi pembangunan pasar buah, penataan kawasan bekas kebakaran, serta pembangunan area parkir.
Ketiga proyek tersebut masih menjadi prioritas pemerintah, namun pelaksanaannya menunggu ketersediaan anggaran daerah.
Haemusri mengatakan revitalisasi Pasar Klandasan bertujuan menciptakan kawasan perdagangan yang lebih tertata, bersih, dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat yang berbelanja.
"Kalau pasarnya semakin bagus, tentu akan ada efek berganda bagi perekonomian. Pendapatan pedagang meningkat, uang yang beredar juga bertambah. Itu yang ingin kita dorong melalui revitalisasi pasar," pungkasnya.


