Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin
PENAJAM - Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor meminta Kementerian Pekerjaan Umum (PU) segera merealisasikan pembangunan Intake Sungai Riko-Kernain di Kelurahan Riko, Kecamatan Penajam.
Sebab, Detail Engineering Design (DED) atau perencanaan pembangunan penyediaan air baku Sungai Riko-Kernain senilai Rp3,5 miliar telah melalui proses lelang pada tahun anggaran 2024.
Namun, sampai saat ini belum direalisasikan pembangunan fisiknya.
“Kami berharap pemerintah pusat merealisasikan rencana pembangunan Intake Sungai Riko-Kernain,” kata Mudyat, Senin (27/7/2026).
Mudyat mengungkapkan, proyek pembangunan Intake Sungai Riko-Kernain yang ditangani Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV, Kementerian PU tidak mendapatkan alokasi anggaran di APBN 2026.
“Infrastruktur penyediaan air baku di Riko anggarannya di APBN terpotong lagi. Kami berharap tahun depan direalisasikan pembangunannya,” ujarnya.
Intake Sungai Riko-Kernain yang akan dibangun pemerintah pusat memiliki kapasitas 500 liter per detik.
Intake ini juga akan dilengkapi infrastruktur Water Treatment Plant (WTP) berkapasitas 200 liter per detik untuk melayani kebutuhan air bersih Bandara Internasional Nusantara.
Selain itu, juga melayani masyarakat wilayah Kelurahan Riko, Sotek, Pantai Lango, Gersik dan Jenebora.
“Kalau infrastruktur ini direalisasikan oleh pemerintah pusat, maka akan memperluas cakupan layanan air bersih kepada masyarakat PPU yang saat ini yang terlayani bari 42 persen,” pungkasnya.


