Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin
TANJUNG REDEB – Ketergantungan terhadap pasokan benih dari luar daerah menjadi salah satu tantangan yang ingin diputus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dalam pengembangan sektor perikanan air tawar.
Melalui Dinas Perikanan (Diskan), masyarakat mulai didorong untuk tidak hanya menjadi pembudidaya, tetapi juga mampu memproduksi benih ikan secara mandiri.
Langkah tersebut dilakukan melalui pengembangan Unit Pembenihan Rakyat (UPR) yang mulai difokuskan di empat wilayah, yakni Kecamatan Tanjung Redeb, Teluk Bayur, Sambaliung, dan Gunung Tabur.
Program ini diharapkan menjadi titik awal tumbuhnya sentra pembenihan ikan berbasis masyarakat yang dapat memenuhi kebutuhan benih bagi pembudidaya lokal.
Sekretaris Diskan Berau, Yunda Zuliarsih mengatakan keberadaan UPR memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem budidaya ikan air tawar dari hulu hingga hilir.
Masyarakat tidak hanya mendapatkan akses terhadap benih indukan, tetapi juga dibekali pengetahuan dan pendampingan untuk mengembangkan usaha pembenihan secara berkelanjutan.
“Kami ingin masyarakat mampu menghasilkan benih sendiri,” ujarnya.
Adapun jenis ikan yang menjadi prioritas pengembangan meliputi nila, ikan mas, dan lele.
Diskan menilai peningkatan kapasitas masyarakat dalam teknik pembenihan akan memberikan dampak terhadap keberlangsungan usaha budidaya, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi kelompok masyarakat yang ingin menekuni usaha perikanan.
Sebagai tahap awal, Diskan memberikan dukungan berupa benih indukan yang bersumber dari Balai Benih Ikan (BBI).
Bantuan tersebut dilengkapi dengan pendampingan teknis agar masyarakat mampu mengelola proses pembenihan sesuai standar dan menghasilkan benih yang berkualitas.
Diskan juga memperkenalkan penggunaan kolam terpal sebagai alternatif budidaya yang dapat diterapkan di lahan terbatas.
Model tersebut dinilai lebih praktis dan efisien, sehingga berpotensi dikembangkan oleh masyarakat, termasuk pembudidaya skala rumah tangga.
Dengan penguatan pembenih lokal, Diskan berharap kebutuhan benih ikan di Berau secara bertahap dapat dipenuhi dari produksi masyarakat sendiri.
Selain mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah, program ini diharapkan melahirkan lebih banyak pelaku usaha pembenihan sekaligus memperkuat rantai ekonomi perikanan air tawar di tingkat lokal. (Adv)



