Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Buniyamin
BONTANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bontang terus memperluas jangkauan pendidikan pemilih dengan menyasar pemilih pemula penyandang disabilitas.
Melalui Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (Sosdiklih Parmas dan SDM), KPU menggelar Sosialisasi Pendidikan Pemilih Pemula bagi Penyandang Disabilitas di SLB Negeri Bontang.
Kegiatan tersebut diikuti peserta dari enam Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Kota Bontang.
Sosialisasi ini menjadi upaya KPU untuk memastikan seluruh warga negara, termasuk penyandang disabilitas, memperoleh akses yang setara terhadap pendidikan kepemiluan serta memahami hak dan kewajiban mereka sebagai pemilih.
Ketua KPU Kota Bontang yang membuka kegiatan menegaskan komitmen lembaganya dalam menghadirkan pendidikan pemilih yang inklusif dan mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.
"KPU Kota Bontang berkomitmen untuk menghadirkan pendidikan pemilih yang inklusif, mudah dipahami, dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat. Setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk menggunakan hak pilihnya dalam menentukan masa depan bangsa," ujarnya, Selasa (28/7/2026).
Kepala SLB Negeri Bontang, Imas Nurfathonah menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurutnya, sosialisasi ini merupakan yang pertama kali melibatkan seluruh SLB di Kota Bontang dan diharapkan dapat menjadi awal kerja sama yang berkelanjutan.
"Kami sangat menyambut baik kegiatan ini. Ini merupakan kegiatan perdana sosialisasi pendidikan pemilih bagi penyandang disabilitas se-Kota Bontang. Semoga ke depan kolaborasi ini dapat terus dilaksanakan untuk memberikan pemahaman demokrasi kepada peserta didik," katanya.
Ketua Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM KPU Kota Bontang, Rina Megawati menjadi narasumber dengan mengangkat tema "Suara Kita Berharga untuk Masa Depan Indonesia".
Rina menjelaskan pentingnya keterlibatan pemilih pemula dalam proses demokrasi, termasuk hak-hak pemilih penyandang disabilitas.
Ia juga memberikan pemahaman mengenai cara mengenali calon melalui surat suara serta tata cara menggunakan hak pilih dengan benar saat pemungutan suara.
Selain penyampaian materi, peserta mengikuti simulasi pemungutan suara. Melalui simulasi tersebut, peserta diperkenalkan dengan surat suara dan mempraktikkan tahapan pencoblosan sesuai prosedur, mulai dari mengenali calon hingga menggunakan hak pilih secara mandiri.
Simulasi ini bertujuan memberikan pengalaman langsung agar peserta lebih memahami mekanisme pemungutan suara sekaligus meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi Pemilu.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka aktif berdiskusi, menjawab pertanyaan, serta berinteraksi dengan narasumber sehingga suasana kegiatan berlangsung hidup dan komunikatif.
KPU Kota Bontang juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bontang atas dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurut KPU, sinergi berbagai pihak menjadi faktor penting dalam mewujudkan pendidikan pemilih yang inklusif sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam demokrasi.
KPU Kota Bontang berharap pemilih pemula penyandang disabilitas semakin memahami hak pilihnya, memiliki kepercayaan diri untuk berpartisipasi dalam Pemilu, serta mampu menjadi bagian aktif dalam mewujudkan demokrasi yang inklusif, demokratis dan berintegritas.


