FKUB Ajak Semua Pihak Perkuat Pembinaan Remaja, Soroti Maraknya Kehamilan Anak di Bontang

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris Hadiri Pertemuan dan Silaturahmi Sebagai Media Koordinasi FKUB Kota Bontang (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris Hadiri Pertemuan dan Silaturahmi Sebagai Media Koordinasi FKUB Kota Bontang (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

FKUB Ajak Semua Pihak Perkuat Pembinaan Remaja, Soroti Maraknya Kehamilan Anak di Bontang

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris Hadiri Pertemuan dan Silaturahmi Sebagai Media Koordinasi FKUB Kota Bontang (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris Hadiri Pertemuan dan Silaturahmi Sebagai Media Koordinasi FKUB Kota Bontang (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

FKUB Ajak Semua Pihak Perkuat Pembinaan Remaja, Soroti Maraknya Kehamilan Anak di Bontang

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris Hadiri Pertemuan dan Silaturahmi Sebagai Media Koordinasi FKUB Kota Bontang (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Buniyamin

BONTANG – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bontang mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat pembinaan moral dan karakter generasi muda. 

Ajakan tersebut disampaikan dalam pertemuan dan silaturahmi sebagai media koordinasi FKUB Bontang yang berlangsung di Kantor Kementerian Agama, Selasa (28/7/2026).

Dalam forum tersebut, Ketua FKUB Bontang, Mohammad Mulkan Adzima, menyampaikan tantangan sosial yang dihadapi remaja saat ini membutuhkan perhatian bersama. 

Menurutnya, kondisi Kota Bontang yang selama ini dikenal aman tidak boleh membuat semua pihak lengah terhadap persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

Ia menyoroti masih ditemukannya kasus kehamilan pada anak di bawah umur dalam beberapa bulan terakhir. 

Kondisi tersebut dinilai menjadi peringatan bahwa upaya pencegahan harus dilakukan secara lebih serius melalui sinergi pemerintah, keluarga, sekolah dan tokoh agama.

Mulkan menilai penguatan pendidikan agama di lingkungan sekolah dapat menjadi salah satu langkah preventif untuk membentuk karakter peserta didik. 

Ia mengungkapkan usulan penambahan kegiatan kerohanian maupun pembelajaran agama sebelumnya telah disampaikan kepada pemerintah sebagai bagian dari upaya menekan kenakalan remaja.

"Pembinaan moral harus dimulai sejak dini. Pemuda hari ini adalah calon pemimpin di masa depan, sehingga pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan perlu terus diperkuat," ujarnya.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengaku prihatin terhadap masih adanya remaja berusia 15 hingga 17 tahun yang mengalami kehamilan. 

Berdasarkan berbagai diskusi yang dilakukan pemerintah dengan sejumlah pihak, penggunaan telepon pintar tanpa pengawasan menjadi salah satu faktor yang turut mempengaruhi perilaku remaja.

Untuk itu, Agus Haris meminta para orang tua untuk tidak menyerahkan sepenuhnya proses pendidikan anak kepada sekolah.

Menurutnya, keluarga memiliki peran utama dalam mengawasi penggunaan gawai sekaligus membangun komunikasi yang baik dengan anak.

"Pemerintah tentu akan terus berupaya melalui berbagai program pembinaan di luar lingkungan rumah. Namun, peran orang tua tetap menjadi kunci agar anak-anak tidak terjerumus ke dalam perilaku yang merugikan masa depan mereka," katanya.

Melalui forum koordinasi tersebut, FKUB berharap kolaborasi lintas agama, pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dapat semakin diperkuat guna menciptakan lingkungan yang aman, sehat dan kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda di Bontang.