Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan
NUNUKAN – Ada pemandangan berbeda di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan. Di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lanuka, sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tak hanya menjalani masa pembinaan, tetapi juga aktif menjadi peternak ayam petelur.
Setiap hari, aktivitas mereka diisi dengan kegiatan produktif mulai dari merawat ayam, menjaga kebersihan kandang hingga memanen telur. Hasilnya, program peternakan ayam petelur di SAE Lanuka kini mampu mendukung kegiatan pembinaan sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan.
Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan, Donny Setiawan mengatakan, bahwa kegiatan ini bukan sekadar melihat hasil panen, jajaran Lapas Nunukan juga memastikan seluruh proses berjalan dengan baik. Mulai dari pemeliharaan ternak, pengelolaan peternakan hingga penanganan hasil produksi menjadi bagian yang diperhatikan dalam pengembangan program di SAE Lanuka.
"Bagi warga binaan, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk belajar sekaligus mengasah keterampilan. Mereka terlibat langsung dalam proses peternakan sehingga memiliki pengalaman praktis yang dapat menjadi bekal ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat," ujar Donny.
Program tersebut, lanjut Donny, juga menjadi bagian dari upaya Lapas Nunukan mengubah masa pembinaan menjadi masa yang lebih produktif. WBP didorong untuk tidak hanya menjalani pembinaan, tetapi juga memiliki keterampilan yang bisa dikembangkan sebagai modal untuk hidup mandiri setelah bebas.
"Panen telur harian ini merupakan hasil dari kerja keras dan konsistensi seluruh jajaran serta warga binaan dalam mengelola program peternakan. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga memberikan keterampilan dan pengalaman yang bermanfaat bagi warga binaan sebagai bekal saat kembali ke masyarakat," ujarnya.
Menurut Donny, pengembangan peternakan di SAE Lanuka menjadi salah satu bentuk nyata pembinaan kemandirian. Melalui program tersebut, warga binaan dapat belajar bertanggung jawab, disiplin, sekaligus mengembangkan keterampilan di bidang peternakan.
"Harapannya, program ini terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar, baik bagi warga binaan maupun dalam mendukung program ketahanan pangan," katanya.
Dari SAE Lanuka, aktivitas warga binaan kini menghasilkan sesuatu yang nyata. Telur dipanen setiap hari, sementara keterampilan dan kemandirian terus dibentuk sebagai bekal menghadapi kehidupan setelah masa pembinaan.
Lapas Kelas IIB Nunukan pun berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai program pembinaan produktif dan berkelanjutan, sehingga warga binaan memiliki kesempatan untuk berubah, berkarya dan kembali ke masyarakat dengan membawa keterampilan yang bermanfaat.


