Tahun Depan, Pemkab Kutim Suntik Modal Rp25 Miliar untuk Dua BUMD

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Pro Kutai Timur)
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Pro Kutai Timur)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Tahun Depan, Pemkab Kutim Suntik Modal Rp25 Miliar untuk Dua BUMD

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Pro Kutai Timur)
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Pro Kutai Timur)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Tahun Depan, Pemkab Kutim Suntik Modal Rp25 Miliar untuk Dua BUMD

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. (Foto: Pro Kutai Timur)

Reporter: Siswandi | Editor: Buniyamin 

SANGATTA – Di tengah proyeksi penurunan kemampuan fiskal daerah dibanding beberapa tahun sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tetap mengalokasikan penyertaan modal sebesar Rp25 miliar kepada dua badan usaha milik daerah (BUMD) dalam rancangan APBD 2027. 

Langkah itu dipilih sebagai bagian dari strategi transformasi ekonomi yang menjadi tema pembangunan daerah tahun depan.

Penyertaan modal tersebut masing-masing sebesar Rp10 miliar untuk PT BPR Kutim dan Rp15 miliar untuk Perumdam Tirta Tuah Benua.

Tambahan modal itu diharapkan mampu memperkuat akses pembiayaan bagi pelaku usaha lokal, sekaligus mempercepat pengembangan produk air minum dalam kemasan Sangattaqua.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman mengatakan penyertaan modal ini berasal dari surplus anggaran yang diproyeksikan dalam APBD 2027.

Pemerintah daerah memperkirakan pendapatan daerah mencapai Rp6,1 triliun dengan belanja sebesar Rp6,075 triliun sehingga terdapat surplus Rp25 miliar.

"Surplus ini tidak kita arahkan untuk penerimaan pembiayaan. Seluruhnya kita gunakan sebagai penyertaan modal, Rp10 miliar untuk Bank Kutim dan Rp15 miliar untuk PDAM (Perumdam)," kata Ardiansyah.

Menurutnya, tambahan modal kepada PT BPR Kutim ditujukan untuk memperkuat kapasitas pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta kontraktor lokal. 

Ia menilai kinerja Bank Kutim selama ini berada dalam kondisi yang baik sehingga masih layak untuk terus diperkuat melalui penyertaan modal pemerintah daerah.

"Bank Kutim ini salah satu BPR yang sangat sehat di Kalimantan Timur. Saat sempat muncul informasi mengenai merger, Otoritas Jasa Keuangan mempersilakan Bank Kutim tetap mandiri karena tingkat kesehatannya cukup baik. Kita ingin performanya terus meningkat, sehingga Bank Kutim dapat memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM dan kontraktor untuk memperoleh modal," ujarnya.

Perumdam Tirta Tuah Benua akan memanfaatkan tambahan modal untuk mempercepat operasional usaha air minum dalam kemasan Sangattaqua. 

Pemerintah daerah menargetkan produk tersebut dapat mulai diluncurkan setelah seluruh tahapan administrasi dan perizinan diselesaikan.

Ardiansyah mengungkapkan, fasilitas produksi Sangattaqua saat ini hampir siap digunakan. Sejumlah peralatan produksi, termasuk mesin pencetak gelas kemasan, telah tersedia dan tinggal menunggu penyelesaian proses perizinan.

"Kemarin saya tinjau, mesinnya sudah ada. Mudah-mudahan setelah semua prosesnya selesai, Sangattaqua bisa diluncurkan tahun ini dan menjadi kebanggaan masyarakat Kutim," katanya.

Ia menambahkan, pada 2027 pemerintah daerah masih memfokuskan penyertaan modal kepada dua BUMD tersebut. Adapun BUMD lainnya masih menjalani proses pembenahan sehingga belum menjadi prioritas untuk memperoleh tambahan modal dari APBD.

"Sementara itu yang akan kita dorong. Untuk BUMD yang lain ini para dokter masih menyuntik, memberi obat dan belum selesai penyakitnya ya," pungkasnya.