Reporter: Diansyah | Editor: Buniyamin
NUNUKAN – Anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Sabah, Malaysia, kembali menunjukkan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi dan berprestasi.
Melalui ajang Apresiasi Prestasi dan Seni (APSI) 2026, ratusan siswa Community Learning Center (CLC) mendapat ruang untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengasah keberanian, kreativitas dan rasa percaya diri.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur Ahmad Romadhoni Surya Putra, Atase Hukum KBRI Kuala Lumpur Dina Jailani, Kepala Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) Sahyudin, pengurus DWP Konsulat RI Tawau, perwakilan syarikat, para guru pendamping, serta siswa CLC yang menjadi nomine APSI 2026.
Mengusung tema "Mengalun dalam Simfoni Prestasi, Bersinar Lewat Apresiasi", APSI 2026 menjadi panggung bagi anak-anak PMI untuk memperlihatkan hasil pembelajaran mereka dalam berbagai bidang, mulai dari akademik, seni hingga olahraga.
Tahun ini, APSI diikuti 32 CLC tingkat sekolah dasar di wilayah kerja Konsulat RI Tawau dengan total 415 siswa.
Rangkaian kegiatan berlangsung secara hibrida dengan beragam cabang perlombaan yang dirancang untuk mendorong kreativitas, bakat, sportivitas, sekaligus pembentukan karakter siswa.
Konsul RI Tawau, Dino Nurwahyudin menegaskan, keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari seberapa banyak penghargaan yang diraih seorang siswa.
Menurutnya, pendidikan merupakan proses panjang yang membutuhkan ketekunan, keberanian untuk mencoba, dan kemauan untuk terus berkembang.
"Pendidikan adalah suatu proses, bukan hasil. Karena itu, bagi siswa yang belum berkesempatan meraih juara, jangan putus asa, terus mencoba dan manfaatkan kesempatan berikutnya untuk menjadi lebih baik," ujar Dino.
Pesan tersebut menjadi penekanan penting dalam pelaksanaan APSI 2026. Kompetisi tidak hanya diposisikan sebagai ajang mencari pemenang, tetapi juga sebagai ruang bagi anak-anak PMI untuk belajar menghadapi tantangan, membangun kepercayaan diri, serta menghargai proses perjuangan.
Dino juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini memiliki komitmen dalam mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak Indonesia di Sabah, khususnya melalui CLC.
Menurutnya, keberadaan CLC memiliki peran strategis dalam memastikan anak-anak PMI tetap memperoleh akses pendidikan. Di sisi lain, keberadaan pusat pembelajaran tersebut juga memberikan manfaat bagi hubungan antara syarikat dan para Pekerja Migran Indonesia.
"Keberadaan CLC tidak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak Indonesia, tetapi juga menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antara syarikat dan para PMI," katanya.
Dino turut mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia yang berada di Malaysia untuk senantiasa menghormati adat istiadat setempat dan mematuhi seluruh ketentuan hukum yang berlaku.
Ia menegaskan, sebagai warga Indonesia yang tinggal dan bekerja di negara lain, menjaga sikap dan nama baik bangsa merupakan tanggung jawab bersama.
"Konsulat RI Tawau akan senantiasa hadir memberikan pelayanan dan pelindungan kepada seluruh WNI beserta keluarganya. Karena itu, kami berharap seluruh masyarakat Indonesia di wilayah kerja dapat menjaga nama baik bangsa dengan tidak melakukan pelanggaran hukum maupun tindakan yang dapat merugikan diri sendiri," tegasnya.
Sementara itu, Kepala SIKK Sahyudin mengatakan APSI merupakan bagian dari program pembinaan yang diarahkan untuk mendorong peningkatan prestasi siswa, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.
Ia juga mendorong para siswa untuk memanfaatkan berbagai program beasiswa yang disediakan Pemerintah Indonesia sebagai peluang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Dukungan terhadap APSI juga disampaikan Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur, Ahmad Romadhoni Surya Putra. Ia memberikan apresiasi kepada Konsulat RI Tawau dan seluruh pihak yang secara konsisten mendukung pelaksanaan APSI sejak 2013.
Menurutnya, APSI memiliki peran penting dalam memberikan stimulasi kepada anak-anak agar terus berprestasi sekaligus membangun kepercayaan diri.
Ahmad juga menegaskan bahwa guru menjadi salah satu faktor utama dalam keberlangsungan layanan pendidikan di CLC. Karena itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan terus berupaya memenuhi kebutuhan sekaligus meningkatkan kualitas guru bina yang memberikan layanan pendidikan bagi anak-anak PMI.
Ia memberikan penghargaan kepada para guru bina atas dedikasi mereka dalam mendampingi dan memberikan layanan pendidikan kepada anak-anak PMI.
"Teruslah belajar dengan tekun, raih prestasi setinggi mungkin, dan jangan lupa untuk senantiasa memohon doa restu orang tua," pesannya kepada para peserta APSI.
Puncak APSI 2026 kemudian ditutup dengan pengumuman pemenang dan penyerahan penghargaan dari berbagai cabang perlombaan. CLC Lamsoon berhasil menyabet predikat sebagai Juara Umum APSI 2026.
Suasana semakin meriah ketika para pemenang tampil menunjukkan kemampuan mereka. Penampilan story telling, menyanyi hingga berbagai pertunjukan seni menjadi bagian dari perayaan atas kerja keras dan kreativitas siswa CLC selama mengikuti rangkaian APSI 2026.


