Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan
TANJUNG REDEB – Rangkaian perayaan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan HUT ke-216 Kota Tanjung Redeb kembali hadir pada 2026.
Tak sekadar menjadi agenda tahunan pemerintah daerah, perayaan ini diproyeksikan kembali menjadi salah satu momentum budaya yang dinantikan masyarakat sekaligus wisatawan.
Beragam tradisi dan pertunjukan budaya khas Berau akan menjadi bagian dari kemeriahan perayaan. Sejumlah agenda yang selama ini menjadi daya tarik pengunjung kembali disiapkan, di antaranya Berau Ethno Carnival (BEC), Mamalas Banua, Baturunan Parau, Manutung Jukut, Lomba Perahu Panjang, Festival Kue Tradisional, Lomba Tari Kreasi Daerah hingga Lomba Ancur Padas.
Kembalinya berbagai event tersebut dinilai menjadi peluang untuk menghidupkan kembali suasana pesta rakyat sekaligus memperkuat daya tarik wisata budaya Berau.
Kehadiran wisatawan diharapkan tidak hanya menyaksikan pertunjukan, tetapi juga menikmati kekayaan tradisi, kuliner, dan produk ekonomi kreatif yang tumbuh di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budi Santosa, mengatakan persiapan perayaan dilakukan lebih awal agar seluruh rangkaian kegiatan dapat dikemas secara maksimal. Disbudpar saat ini mulai mematangkan pembentukan kepanitiaan, administrasi, serta rancangan jadwal sebelum dikoordinasikan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Menurutnya, perayaan Hari Jadi Berau harus mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Selain mempertahankan tradisi dan budaya daerah, momentum tersebut diharapkan dapat menjadi ruang promosi pariwisata sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami ingin momentum Hari Jadi Berau benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, baik dari sisi budaya, pariwisata maupun perputaran ekonomi,” ujarnya.
Selain agenda budaya, rangkaian perayaan juga akan diisi dengan sejumlah kegiatan resmi dan pembangunan daerah, seperti upacara Hari Jadi, rapat paripurna DPRD, hingga Expo Pembangunan. Seluruh agenda tersebut masih dalam tahap pematangan melalui koordinasi lintas OPD untuk memastikan pelaksanaannya berjalan baik.
Disbudpar berharap kembalinya event-event budaya tersebut dapat menarik lebih banyak kunjungan dan menciptakan efek berganda bagi pelaku usaha lokal. Mulai dari UMKM, pelaku ekonomi kreatif, pengrajin hingga sektor kuliner berpeluang mendapatkan manfaat dari meningkatnya aktivitas masyarakat dan kunjungan wisatawan selama perayaan berlangsung.
Dengan mengusung kekayaan budaya sebagai bagian utama perayaan, Hari Jadi ke-73 Kabupaten Berau dan HUT ke-216 Kota Tanjung Redeb diharapkan kembali menjadi pesta rakyat yang tidak hanya meriah, tetapi juga memperkuat posisi Berau sebagai daerah tujuan wisata berbasis budaya dan tradisi di Kalimantan Timur. (Adv)



