Reporter: Adi Kade | Editor: Bambang Irawan
PENAJAM - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka (AMDT) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akhirnya bernafas lega setelah sebagian wilayah Benuo Taka diguyur hujan deras pada Rabu (29/7/2026).
Karena, setelah turun hujan yang cukup deras, Perumda AMDT PPU dapat keluar dari bayangan krisis air baku akibat kemarau.
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid mengatakan, debit air Sungai Lawe-Lawe yang menjadi sumber air baku Water Treatment Plant (WTP) Lawe-Lawe mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Bahkan beberapa kolam penampungan air baku telah terisi penuh.
“Kolam tampungan air milik Pertamina seluas 17 hektare terisi penuh, begitu juga dengan kolam dekat bendungan seluas 7 hektare yang sebelumnya kering, sudah terisi penuh. Kemudian kolam retensi dekat WTP seluas 17 hektare juga terisi penuh,” kata Abdul Rasyid.
Abdul Rasyid memperkirakan, stok air baku untuk WTP Lawe-Lawe diperkirakan mampu bertahan hingga tiga bulan kedepan.
“Walaupun kemarau kering seperti terjadi sebulan lalu, stok air baku kita di Lawe-Lawe aman untuk tiga bulan kedepan. Jadi, untuk sementara ini kita melewati krisis air baku,” bebernya.
Produksi air bersih di WTP Lawe-Lawe kembali normal pada kapasitas 170 liter per detik. Sebelumnya, produksiksinya hanya 70 hingga 80 liter per detik lantaran pasokan air baku mengalami penyusutan.
“Mulai hari ini, WTP Lawe-Lawe sudah kembali normal di kapasitas 170 liter per detik,” pungkasnya.


