Kelangkaan BBM Jadi Sorotan, Pemkab Berau Kejar Solusi dari Hulu hingga Distribusi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pertemuan Bupati Berau dengan jajaran manajemen PT Pertamina di ruang kerjanya. (Foto: Humas Prokopim)
Pertemuan Bupati Berau dengan jajaran manajemen PT Pertamina di ruang kerjanya. (Foto: Humas Prokopim)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kelangkaan BBM Jadi Sorotan, Pemkab Berau Kejar Solusi dari Hulu hingga Distribusi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pertemuan Bupati Berau dengan jajaran manajemen PT Pertamina di ruang kerjanya. (Foto: Humas Prokopim)
Pertemuan Bupati Berau dengan jajaran manajemen PT Pertamina di ruang kerjanya. (Foto: Humas Prokopim)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kelangkaan BBM Jadi Sorotan, Pemkab Berau Kejar Solusi dari Hulu hingga Distribusi

Pertemuan Bupati Berau dengan jajaran manajemen PT Pertamina di ruang kerjanya. (Foto: Humas Prokopim)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin

TANJUNG REDEB – Antrean kendaraan yang kembali memadati sejumlah SPBU di Kabupaten Berau menjadi sinyal tentang persoalan bahan bakar minyak (BBM) belum sepenuhnya teratasi. 

Kondisi ini mendorong Pemerintah Kabupaten Berau mengambil langkah langsung dengan membuka pembahasan bersama PT Pertamina guna mencari solusi jangka panjang.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menemui jajaran manajemen PT Pertamina di ruang kerjanya. 

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah daerah menyoroti masih terbatasnya pasokan BBM yang dinilai belum mampu mengimbangi kebutuhan masyarakat maupun tingginya mobilitas kendaraan yang keluar masuk Berau.

Menurut Sri, posisi Berau sebagai daerah tujuan sekaligus jalur lintasan kendaraan dari berbagai wilayah membuat konsumsi BBM terus meningkat. 

Akibatnya, ketika distribusi terlambat atau stok berkurang, maka antrean panjang di SPBU sulit dihindari dan berdampak pada aktivitas masyarakat serta dunia usaha.

Untuk itu, Pemkab Berau meminta Pertamina mengevaluasi kembali besaran kuota BBM yang dialokasikan untuk daerah tersebut. 

Penambahan pasokan dinilai menjadi salah satu langkah penting agar kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi seiring meningkatnya aktivitas ekonomi.

“Pasokan BBM harus sesuai dengan kebutuhan di lapangan agar aktivitas masyarakat dan sektor perekonomian tidak terganggu,” ujar Sri Juniarsih.

Selain memperjuangkan tambahan kuota, pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada tata kelola distribusi BBM. 

Pemkab Berau meminta perangkat daerah terkait memperketat pengawasan terhadap proses penyaluran di seluruh SPBU agar distribusi berlangsung sesuai aturan dan tepat sasaran.

Saat ini terdapat delapan SPBU di Kabupaten Berau yang menjadi fokus pemantauan bersama pemerintah dan pihak terkait. 

Pengawasan tersebut diharapkan mampu mencegah potensi penyimpangan distribusi sekaligus memastikan stok yang tersedia benar-benar dapat dinikmati masyarakat.

Sri Juniarsih menegaskan, penyelesaian persoalan BBM tidak cukup hanya dengan mengurai antrean di SPBU. 

Pemda ingin memastikan akar persoalan, mulai dari kecukupan pasokan hingga sistem distribusi dapat dibenahi, sehingga masyarakat memperoleh kepastian ketersediaan BBM di Berau.

“Kami berharap masyarakat tidak lagi dihantui kekhawatiran sulit mendapatkan BBM. Kebutuhan energi harus tersedia agar aktivitas sehari-hari maupun perekonomian daerah tetap berjalan dengan baik,” pungkasnya.