Disdikbud Balikpapan Pastikan Seragam Gratis Sesuai Ukuran, Keluhan Diduga Akibat Salah Distribusi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Ilustrasi seragam sekolah gratis yang tergantung di gantungan baju. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Ilustrasi seragam sekolah gratis yang tergantung di gantungan baju. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Disdikbud Balikpapan Pastikan Seragam Gratis Sesuai Ukuran, Keluhan Diduga Akibat Salah Distribusi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Ilustrasi seragam sekolah gratis yang tergantung di gantungan baju. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Ilustrasi seragam sekolah gratis yang tergantung di gantungan baju. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Disdikbud Balikpapan Pastikan Seragam Gratis Sesuai Ukuran, Keluhan Diduga Akibat Salah Distribusi

Ilustrasi seragam sekolah gratis yang tergantung di gantungan baju. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin

BALIKPAPAN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan memastikan seragam sekolah gratis yang dibagikan kepada siswa telah disesuaikan dengan ukuran masing-masing. 

Adapun temuan seragam yang kekecilan atau tidak sesuai ukuran, itu diduga terjadi kekeliruan saat pendistribusian.

Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik menanggapi adanya keluhan sejumlah orang tua siswa terkait ukuran seragam yang tidak sesuai. 

Menurutnya, hal tersebut bukan karena kesalahan produksi, melainkan kemungkinan tertukar saat pembagian.

"Nggak, mungkin tertukar aja itu," ujar Irfan, Kamis (30/7/2026).

Ia mengatakan setiap seragam dari pabrik telah dipasangkan sesuai ukuran, sehingga tidak mungkin terjadi pertukaran antara seragam jenjang SD dan SMP.

"Kalau SD dan SMP tidak mungkin tertukar karena warnanya berbeda. Yang mungkin terjadi hanya ukuran yang tertukar saat pembagian," jelasnya.

Meski demikian, Disdikbud akan melakukan pengecekan terhadap laporan yang diterima. 

Jika ukuran yang dibutuhkan masih tersedia, maka seragam tersebut dapat ditukar.

"Kalau masih ada ukurannya bisa ditukar. Tapi stok cadangan kami terbatas, hanya sekitar 1 sampai 2 persen dari total kebutuhan," katanya.

Apabila ukuran yang diperlukan sudah tidak tersedia, Irfan menyarankan seragam yang kebesaran dapat disesuaikan dengan menjahit ulang.

Dalam kesempatan itu, Irfan menyampaikan program seragam sekolah gratis tidak hanya diberikan kepada siswa sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta, mulai jenjang PAUD, TK, SD, SMP hingga Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs).

"Negeri dan swasta semua dapat. PAUD sampai SMP, termasuk MI dan MTs," ujarnya.

Setiap siswa menerima tiga stel seragam sesuai ketentuan program yang telah disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan.

Untuk penyaluran, Irfan mengatakan distribusi kepada sekolah negeri telah rampung. 

Sementara itu, penyaluran ke sejumlah sekolah swasta masih menunggu pembaruan data peserta didik.

"Kalau negeri sudah selesai semua. Yang swasta tinggal menunggu data siswanya masuk karena masih ada yang mendaftar. Seragamnya sebenarnya sudah siap," ungkapnya.

Seperti diketahui, pembagian seragam sekolah gratis secara simbolis dilakukan di SD Negeri 009 Balikpapan Utara pada 16 Juli 2026. 

Pemkot Balikpapan menyiapkan sekitar 150 ribu stel seragam untuk siswa PAUD, TK, SD, SMP hingga pendidikan kesetaraan yang menjadi kewenangan pemerintah kota.