Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA – Tempat Pelelangan Ikan (TPI) beserta fasilitas cold storage di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, telah rampung dibangun.
Fasilitas yang dibangun dengan nilai sekitar Rp8 miliar ini dijadwalkan mulai beroperasi pada pertengahan Agustus 2026.
Kehadiran TPI dan cold storage diharapkan tidak hanya menjadi pusat transaksi hasil perikanan, tetapi juga membantu menjaga stabilitas harga ikan dan mendukung pengendalian inflasi di Kota Samarinda.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengatakan pembangunan TPI, cold storage, dan sejumlah sarana pendukung, seperti area parkir, telah rampung. Sebelum dioperasikan, ia melakukan peninjauan untuk memastikan seluruh fasilitas siap digunakan sekaligus mengevaluasi kebutuhan pendukung yang masih perlu dilengkapi.
"Insyaallah mulai minggu kedua Agustus kita sudah mulai operasionalkan," kata Andi Harun, Kamis (30/7/2026).
Kapasitas TPI dilengkapi sekitar 22 lapak untuk aktivitas pelelangan dan perdagangan ikan. Ke depan, kawasan tersebut juga direncanakan dikembangkan dengan fasilitas hilirisasi, seperti pengemasan (packaging) hingga sentra penjualan ikan segar.
Andi Harun menilai keberadaan TPI baru akan memberikan tiga manfaat utama bagi daerah. Selain meningkatkan pelayanan publik di sektor perikanan, fasilitas tersebut juga diharapkan mampu menjadi instrumen pengendalian inflasi melalui stabilisasi pasokan dan harga ikan, sekaligus menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Kalau PAD bertambah, itu akan menjadi fondasi untuk menjaga pertumbuhan ekonomi daerah tetap positif," ungkapnya.
Meski pembangunan fisik telah selesai, Pemkot Samarinda masih mematangkan skema pengelolaan TPI. Dua opsi yang tengah dikaji yakni dikelola langsung oleh pemerintah daerah atau melalui kerja sama pemanfaatan aset dengan pihak ketiga.
Menurut Andi Harun, keputusan tersebut akan mempertimbangkan kesiapan sumber daya manusia serta efektivitas pengelolaan agar TPI dan cold storage dapat beroperasi secara optimal sejak hari pertama tanpa mengabaikan aspek pelayanan kepada masyarakat.
"Kami ingin membangun tata kelola yang baru dan lebih baik. Jangan sampai punya TPI baru, tetapi pola pengelolaannya masih sama seperti sebelumnya," tegasnya.


